News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Desa Taman Fajar: Ruang Kolaborasi Lintas Aktor untuk Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Desa Taman Fajar kini tengah berkembang menjadi model nyata implementasi kolaborasi lintas aktor dalam mendukung agenda konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai salah satu desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), desa ini melaksanakan berbagai program yang memperkuat arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Program Lampung Timur Kabupaten Konservasi dan Berkelanjutan (Lamtim KKB). Inisiatif ini berfokus pada empat pilar utama: konservasi, pendidikan, ekonomi berkelanjutan, dan tata kelola kolaboratif.

Salah satu tonggak penting dalam kerja sama ini adalah pembangunan Pendopo Konservasi “Alas Pring”. Pendopo ini dirancang bukan sekadar sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai simpul integrasi untuk pusat edukasi, koordinasi, dan kolaborasi desa. Melalui fasilitas ini, diharapkan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa penyangga dapat berjalan lebih terorganisir dan berdampak luas.

Di sektor ekonomi dan pendidikan, Desa Taman Fajar telah menginisiasi langkah-langkah konkret sebagai berikut:

  • Penguatan UMKM: Kelompok perempuan desa mulai memproduksi suvenir bertema satwa liar sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal yang selaras dengan kelestarian lingkungan.

  • Program Volunteering: Sejak tahun 2025, kolaborasi antara BTNWK, Sekolah Alam Indonesia, ALeRT, dan desa penyangga telah menghadirkan program volunteering nasional dan internasional.

  • Pendidikan Berbasis Konservasi: Desa ini direncanakan menjadi lokasi pengembangan Pusat Edukasi dan Inkubasi UMKM Desa, termasuk pendampingan kurikulum sekolah berbasis konservasi pada sekolah percontohan.

  • Pertanian Berkelanjutan: Pelaksanaan pilot project pertanian berkelanjutan akan dijadikan sebagai model pembelajaran dan replikasi bagi masyarakat luas.

Ke depannya, Desa Taman Fajar diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi desa, penyediaan sarana mitigasi konflik gajah-manusia, serta dukungan kegiatan pengajaran di sekolah. Sinergi antara perlindungan kawasan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa penyangga merupakan kunci utama agar kelestarian Taman Nasional Way Kambas tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan hidup masyarakat di sekitarnya.