News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Harapan: Badak Sumatera Terakhir yang Pulang dari Benua Amerika

Dunia konservasi Indonesia memiliki satu sosok ikonik yang kisahnya selalu menarik untuk diikuti: Harapan. Badak sumatera jantan ini memegang catatan sejarah sebagai badak sumatera terakhir yang meninggalkan Benua Amerika untuk pulang ke tanah air. Sejak kepulangannya pada November 2015, Harapan kini menetap di Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang berlokasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Kepulangannya menandai berakhirnya keberadaan badak sumatera di habitat ex-situ (kebun binatang) di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat.

Tahun ini menjadi momen yang sangat spesial karena menandai 11 tahun keberadaan Harapan di SRS TNWK. Selama lebih dari satu dekade di sana, Harapan tumbuh dengan sangat baik dan kini telah memegang peran penting bagi kelangsungan spesiesnya. Saat ini, Harapan telah menjadi ayah dari seekor badak sumatera yang diberi nama Indra. Keberhasilan reproduksi ini menjadi harapan nyata bagi upaya peningkatan populasi badak sumatera yang statusnya saat ini sangat terancam punah.

Secara fisik, Harapan adalah sosok yang mengesankan. Ia tercatat sebagai badak terberat yang menghuni Suaka Rhino Sumatera saat ini. Berdasarkan data terbaru, berat badan Harapan telah mencapai angka 860 kg. Kondisi fisiknya yang prima menunjukkan betapa seriusnya upaya perawatan dan pengelolaan yang dilakukan oleh tim ahli di Taman Nasional Way Kambas untuk memastikan kesejahteraan satwa langka ini.

Kisah Harapan bukan sekadar tentang kembalinya seekor satwa ke rumah asalnya, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi konservasi internasional. Kehadirannya di SRS memberikan kesempatan bagi para peneliti dan penjaga hutan untuk mempelajari lebih dalam mengenai perilaku dan kebutuhan badak sumatera demi menjamin masa depan mereka di alam liar. Setiap kilogram berat badannya dan setiap keturunannya adalah langkah maju untuk menjauhkan spesies ini dari ambang kepunahan.