News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Lampung Menuju Pasar Karbon Dunia: Penjajakan Investasi Hijau di Kawasan Taman Nasional Way Kambas

Kabar penting bagi masa depan ekonomi hijau Indonesia! Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah membuka peluang kerja sama investasi sektor kehutanan dengan investor global untuk pengembangan perdagangan karbon di daerah. Kunjungan lapangan yang dilakukan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkenalkan potensi besar penyerapan emisi karbon Lampung di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik), menyampaikan bahwa Lampung memiliki sumber daya alam yang sangat luas dan relevan dengan agenda global penurunan emisi. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari kawasan hutan lindung dan taman nasional, tetapi juga dari program perhutanan sosial yang dikelola langsung oleh masyarakat. Hutan-hutan ini diproyeksikan menjadi bagian dari perdagangan karbon di mana pohon yang ditanam dan dirawat berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink).

Melalui skema perhutanan sosial, masyarakat setempat diposisikan sebagai pelaku utama dalam penanaman dan pemeliharaan pohon. Pemerintah berkomitmen hadir untuk memastikan tata kelola berjalan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga manfaat dari investasi hijau ini tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar melalui nilai ekonomi yang adil.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menjelaskan bahwa investor yang hadir dalam kunjungan ini merupakan pihak-pihak yang berminat serius dalam perdagangan karbon dengan Indonesia. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan investor global, Way Kambas diharapkan tidak hanya menjadi benteng konservasi satwa, tetapi juga menjadi model keberhasilan ekonomi karbon yang berkelanjutan bagi dunia.