News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Kolaborasi Strategis BTNWK dan WCS: Menjaga Keanekaragaman Hayati Way Kambas Sejak 1997

Menjaga keanekaragaman hayati di Taman Nasional Way Kambas adalah sebuah perjalanan panjang yang memerlukan kerja sama kolektif. Sejak tahun 1997, WCS Program Indonesia telah hadir sebagai mitra setia bagi pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) untuk mendukung upaya konservasi di bentang alam darat Taman Nasional Way Kambas. Sinergi ini membuktikan bahwa perlindungan hutan dan satwa liar akan jauh lebih efektif jika dilakukan melalui kemitraan yang solid dan berkelanjutan.

Salah satu pilar utama dalam kerja sama ini adalah pengamanan kawasan berbasis teknologi dan data ilmiah. WCS-PI mendukung penguatan program perlindungan melalui penerapan patroli intensif berbasis SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) yang mencakup kawasan seluas 93.200 hektar. Selain patroli, kolaborasi ini juga mencakup pelatihan perekaman dan analisis data SMART sebanyak 10 kali untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan. Berkat strategi pencegahan kejahatan satwa liar yang inovatif melalui pendekatan Integrated Prevention Model (IPM), Balai TN Way Kambas berhasil meraih penghargaan internasional Herman Goldstein Award 2024.

Selain aspek teknis di dalam hutan, kolaborasi ini juga menyentuh aspek sosial dengan memberdayakan masyarakat di desa penyangga. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memitigasi konflik antara manusia dan gajah. Melalui pembentukan enam kelompok masyarakat dan pendampingan di delapan desa penyangga, respons terhadap konflik kini dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan di tingkat desa.

Tak hanya dalam hal mitigasi konflik, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya hutan. Saat ini, terdapat delapan kelompok di empat desa penyangga yang telah mengembangkan berbagai usaha mandiri, mulai dari ternak kambing, budidaya ikan lele, hingga produksi makanan olahan seperti kripik dan bubuk jahe empon-empon. Dukungan penuh dari masyarakat merupakan elemen kunci agar kelestarian keanekaragaman hayati di Taman Nasional Way Kambas tetap terjaga untuk generasi mendatang.