Pengelola Rumah Lebah

Salah satu destinasi wisata di Taman Nasional Way Kambas

Desa Labuhan Ratu menjadi rumah bagi sebuah Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dikelola oleh Pak Adam bersama masyarakat sekitar. KTH ini memiliki berbagai sektor usaha, mulai dari peternakan lebah madu hingga perkebunan berbagai jenis tanaman seperti alpukat, jeruk, karet, kakao, singkong, dan padi.

Lebah Madu: Usaha Unggulan KTH

Salah satu usaha utama yang menjadi ciri khas KTH ini adalah peternakan lebah madu. Menurut Pak Adam, panen madu biasanya dilakukan minimal satu kali dalam sebulan. Namun, jika cuaca buruk seperti hujan berkepanjangan terjadi, panen bisa tertunda hingga satu setengah bulan atau lebih. Meskipun demikian, masyarakat di sekitar KTH juga memiliki penghasilan dari sektor pertanian, sehingga tetap bisa bertahan di saat produksi madu berkurang.

Sistem Kerja dan Peran Masyarakat

Di KTH Rahayu Jaya, masyarakat berperan aktif dalam mengelola usaha. Sistem pembagian hasil dilakukan berdasarkan keterlibatan dalam kegiatan di KTH. Siapa pun yang turut serta dalam kegiatan pertanian dan peternakan akan mendapatkan bagian dari hasil usaha. Hal ini memberikan kesempatan bagi warga yang belum memiliki pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan.

Mayoritas penduduk di daerah ini merupakan keturunan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka telah menetap di wilayah tersebut sejak generasi sebelumnya, sehingga sudah terbiasa dengan kondisi alam sekitar.

Tantangan: Gangguan Gajah Liar

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat di KTH Dilupama adalah gangguan gajah liar. Menurut Pak Adam, di masa kecilnya, kawasan ini masih berupa perkebunan jagung yang sering menjadi sasaran gajah. Untuk mengusir gajah, masyarakat dulu menggunakan api dengan membakar kayu yang dililit karung goni dan diberi minyak.

Namun, seiring waktu, metode ini berkembang dengan penggunaan mercon dan alat-alat berbasis teknologi. Salah satu upaya terbaru adalah pemasangan alarm oleh tim ITB. Sayangnya, alarm ini masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam hal koneksi internet yang kurang stabil. Pak Adam berharap ada perbaikan pada sistem ini agar dapat bekerja lebih efektif dalam mengusir gajah dan melindungi perkebunan masyarakat.

Tantangan: Gangguan Gajah Liar

Pak Adam dan masyarakat KTH Dilupama berharap agar usaha yang mereka jalankan dapat terus berkembang. Mereka juga ingin sistem alarm pengusir gajah dapat ditingkatkan, sehingga keamanan kebun tetap terjaga. Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan pihak luar, KTH ini diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan dalam pengelolaan hutan dan pertanian secara berkelanjutan.

SMKS PGRI 1 Transpram

Media digital TNWK SMKS PGRI 1

Editor : –

Wartawan : –

Contact Us

Instagram @btn_waykambas

Copyright © 2024 Taman Nasional Way Kambas, All rights reserved. Present by PT LSKK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *