News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Si Penghuni Perairan: Mengenal Lebih Dekat Burung Mandar Batu di Kawasan Way Kambas

Kabar penting bagi para pengamat burung dan pecinta satwa air! Ekosistem perairan di sekitar kita menyimpan kekayaan fauna yang unik, salah satunya adalah Gallinula chloropus atau yang lebih dikenal dengan nama Mandar Batu. Burung ini merupakan anggota keluarga Rallidae dari genus Gallinula yang memiliki peran penting dalam rantai makanan di area basah. Kehadirannya sering kali menjadi pemandangan menarik di danau, kolam, parit, sawah, hingga tambak payau.

Burung Mandar Batu memiliki karakteristik fisik yang sangat mudah dikenali dengan tubuh berukuran sedang, yakni sekitar 31 cm. Bulunya didominasi warna hitam suram dengan sentuhan garis putih di sepanjang sisi tubuh dan dua bercak putih mencolok di bagian bawah ekor. Keunikan utamanya terletak pada paruh pendek dengan perisai merah terang pada dahi serta iris mata yang berwarna merah, memberikan tampilan yang kontras dan artistik.

Di habitat alaminya, Mandar Batu dikenal sebagai burung pemakan segalanya atau omnivora yang aktif mencari makan di perairan dangkal. Mereka memangsa serangga air, binatang kecil, hingga pucuk tanaman muda yang tumbuh di sekitar habitatnya. Perpaduan antara kemampuan berenang yang baik dan ketangkasan di darat menjadikan mereka spesies yang sangat adaptif di lingkungan lahan basah yang dinamis.

Melalui pengenalan satwa ini, Balai Taman Nasional Way Kambas mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap kelestarian ekosistem perairan. Menjaga kebersihan danau dan rawa bukan hanya tentang menjaga ketersediaan air, tetapi juga melindungi rumah bagi burung-burung cantik seperti Mandar Batu agar tetap bisa berkembang biak dengan aman. Mari kita terus dukung upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dimulai dari mengenali satwa-satwa di sekitar kita.