News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Jejak Alami dari Labuhan Ratu VII: Inovasi Ecoprint Kelompok Wanita Tani untuk Kelestarian Way Kambas
Kabar gembira datang dari desa penyangga binaan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Tepatnya di Desa Labuhan Ratu VII, Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat kini telah berhasil mengembangkan produk usaha kreatif berupa ecoprint. Inisiatif ini bukan sekadar upaya mencari keuntungan ekonomi, melainkan sebuah bentuk nyata bagaimana masyarakat di sekitar kawasan hutan dapat berdaya secara mandiri sambil tetap menjaga keselarasan dengan alam.
Bagi yang belum mengenalnya, ecoprint adalah teknik mencetak motif pada media seperti kain, kertas, atau kulit dengan menggunakan material alami. Bahan-bahan yang digunakan berasal langsung dari alam, seperti daun, bunga, hingga ranting muda yang diletakkan sedemikian rupa pada media cetak. Melalui proses tertentu, warna dan bentuk asli dari tumbuhan tersebut akan “tertangkap rekam” secara persis, menghasilkan motif cantik yang berasal dari kandungan bahan kimia tanin alami di dalam tumbuhan tersebut.
Keistimewaan produk ecoprint hasil karya KWT Desa Labuhan Ratu VII ini terletak pada bahan bakunya yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan sekitar. Materi alami yang dipilih bukan hanya daun dari pekarangan rumah, tetapi juga dedaunan yang merupakan jenis pakan satwa liar di hutan TNWK serta pakan satwa peliharaan masyarakat. Inovasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan semboyan “hutan lestari masyarakat sejahtera,” di mana pemanfaatan hasil hutan non-kayu memberikan dampak positif bagi ekonomi warga tanpa harus merusak ekosistem.
Lebih luar biasanya lagi, setiap helai produk ecoprint yang terjual memiliki misi konservasi di baliknya. Sebagian dari hasil penjualan didonasikan untuk mendukung upaya rehabilitasi di kawasan TNWK dalam bentuk kegiatan menanam pohon kembali di lokasi-lokasi yang membutuhkan. Dengan membeli produk ecoprint Dharma Rahayu Lestari w.k, Anda tidak hanya mendapatkan karya seni tekstil yang unik dan alami, tetapi juga ikut berkontribusi langsung dalam menjaga keberlangsungan jantung hijau Lampung ini.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia