News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah: Wayangan sebagai Sarana Edukasi Kelestarian Way Kambas

Sinergi antara pengelola kawasan konservasi dengan masyarakat sekitar merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Baru-baru ini, Ketua Forum Rembug Desa Penyangga (FRDP) Taman Nasional Way Kambas, Bapak Prayitno, melakukan kunjungan resmi ke Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Kedatangan beliau disambut langsung oleh Bapak Dirjen KSDAE di ruang kerjanya untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam menjaga keharmonisan antara hutan dan warga sekitarnya.

Kunjungan ini membawa pesan penting mengenai keterlibatan 24 desa penyangga yang tergabung dalam FRDP dalam upaya pelestarian kawasan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana penyelenggaraan acara Wayangan. Uniknya, seni tradisional ini tidak hanya hadir sebagai hiburan semata, melainkan menjadi media komunikasi budaya untuk menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat luas. Melalui pendekatan budaya, diharapkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dapat tertanam lebih dalam di hati sanubari warga.

Dalam pertemuan tersebut, Pak Prayitno menyampaikan bahwa “lakon” atau cerita yang akan diangkat dalam pertunjukan wayang tersebut akan mengupas tuntas mengenai pentingnya kelestarian kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dengan dukungan penuh dari masyarakat desa penyangga, diharapkan konflik antara kepentingan manusia dan kelestarian satwa dapat diminimalisir. Wayangan ini menjadi simbol bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab kolektif yang bisa dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan akrab dengan kearifan lokal.

Langkah kolaboratif ini mendapatkan apresiasi positif karena menunjukkan bahwa masyarakat desa penyangga bukan sekadar penonton, melainkan aktor aktif dalam menjaga benteng terakhir bagi satwa-satwa dilindungi di Lampung. Pihak Direktorat KSDAE dan Balai TNWK berharap semangat gotong royong ini terus terjaga, sehingga TNWK tetap lestari dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.