News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Kisah Inspiratif dari Desa Penyangga: Transformasi Mantan Perambah Menjadi Pejuang Ekonomi Lokal

Keberhasilan konservasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak lepas dari peran aktif masyarakat di desa penyangganya. Kabar inspiratif datang dari dua sosok pria yang kini telah memilih jalan baru setelah sebelumnya pernah menjadi perambah hutan di kawasan TNWK. Mereka adalah Bambang Sumatri (32) dari Desa Labuhan Ratu VI dan Suhada (55) dari Desa Braja Harjosari, Lampung Timur. Kisah mereka merupakan bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga alam dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar hutan.

Bambang Sumatri kini dikenal sebagai pengusaha pupuk kompos yang sukses di desanya. Keputusan untuk berhenti merambah hutan membawa berkah tersendiri, di mana ia kini mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Di sisi lain, Suhada juga telah meninggalkan aktivitas lamanya dan kini aktif sebagai pemandu wisata susur sungai serta mengelola usaha homestay. Keduanya mengaku telah benar-benar “bertobat” dan tidak lagi memiliki niat untuk memasuki kawasan hutan secara ilegal, karena rumah mereka yang berbatasan langsung dengan TNWK kini menjadi sumber rezeki melalui cara-cara yang sah.

Dahulu, akses masuk ke dalam hutan bagi mereka terasa sangat mudah, dan mereka sering kali harus pintar-pintar menentukan waktu agar tidak bertemu dengan tim patroli hutan. Namun, masa-masa penuh risiko tersebut kini telah berlalu. Saat ini, Bambang dan Suhada lebih disibukkan dengan kegiatan masing-masing yang jauh lebih menguntungkan secara ekonomi dan, yang terpenting, tidak melanggar hukum. Aktivitas mereka kini justru mendukung upaya pelestarian kawasan dengan memperkenalkan potensi wisata dan pertanian berkelanjutan kepada masyarakat luas.

Kisah transformasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. Bahwa menjaga hutan tetap lestari bukan berarti menutup pintu rezeki, melainkan membuka peluang-peluang baru yang lebih bermartabat dan jangka panjang. Dengan beralihnya profesi para mantan perambah menjadi pelaku usaha kreatif dan wisata, harmoni antara manusia dan alam di Way Kambas dapat terus terjaga demi masa depan yang lebih hijau.