News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Ecoprint: Tren Fashion Berkelanjutan yang Memberdayakan Desa Penyangga Way Kambas
Dunia fashion kini tengah diramaikan oleh isu sustainable fashion atau fashion berkelanjutan. Tren ini mendorong banyak pegiat fashion untuk beralih menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan serta produk yang memiliki motif alami. Salah satu yang kini tengah diminati, baik di dalam maupun luar negeri, adalah teknik ecoprint.

Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, batang, atau bagian tumbuhan lainnya yang menghasilkan pigmen warna. Teknik ini sangat diminati karena prosesnya yang back to nature dan menghasilkan produk yang unik serta artistik.
Potensi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Labuhan Ratu VII yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas. Mereka memproduksi kain, kaos, dan berbagai produk lainnya dengan teknik ecoprint menggunakan pewarna alami. Produk-produk ini mendapatkan respons pasar yang cukup tinggi, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di desa penyangga.
Inisiatif ini sejalan dengan misi Taman Nasional Way Kambas untuk mewujudkan hutan yang lestari sekaligus masyarakat yang sejahtera. Dengan mendukung produk ecoprint lokal, kita tidak hanya bergaya dengan fashion berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia