News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
ASA untuk Gajah Sumatera: Semangat Komunitas Desa Penyangga dalam Global Elephant Day
Peringatan Global Elephant Day atau Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada bulan Agustus menjadi momentum penting bagi kelestarian satwa raksasa yang ikonik, Gajah Sumatera. Di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), perayaan ini tidak hanya dilakukan oleh petugas hutan, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai komunitas masyarakat desa penyangga. Dengan mengusung tema “ASA untuk Gajah Sumatera”, kampanye konservasi ini bertujuan untuk memperkuat dukungan publik terhadap penyelamatan satwa yang kini statusnya semakin terancam.










Keterlibatan masyarakat lokal sangat krusial dalam membentuk persepsi bersama bahwa “Kita Adalah Sahabat Gajah Dan Gajah Adalah Sahabat Kita”. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kedekatan emosional dan pemahaman yang lebih baik antara manusia dan gajah. Ketika persepsi positif ini terbangun, dukungan untuk perlindungan gajah akan datang dari berbagai pihak, terutama mereka yang tinggal bersinggungan langsung dengan habitat gajah Sumatera di Lampung.
Keterlibatan masyarakat lokal sangat krusial dalam membentuk persepsi bersama bahwa “Kita Adalah Sahabat Gajah Dan Gajah Adalah Sahabat Kita”. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kedekatan emosional dan pemahaman yang lebih baik antara manusia dan gajah. Ketika persepsi positif ini terbangun, dukungan untuk perlindungan gajah akan datang dari berbagai pihak, terutama mereka yang tinggal bersinggungan langsung dengan habitat gajah Sumatera di Lampung.
Rangkaian acara yang digelar sangat beragam dan menyentuh berbagai lapisan usia. Beberapa kegiatan menarik yang dilaksanakan antara lain:
Gowes Sepedamu Sahabat Gajah ‘Jejemo Liman Nyepidah’ bersama Elephant Gowes.
Edukasi kreatif melalui “Warnai Gajahmu dan Dengarkan Dongengnya” oleh Rumah Pojok Literasi Sekolah.
Diskusi mendalam dalam Obrolan Siang “Asa untuk Gajah” oleh KTH Wana Karya Usaha.
Pemberdayaan ekonomi melalui Gelaran UMKM di Pasar Tradisional Karetan Desa Labuhan Ratu VI.
Pertunjukan seni Tari Kuda Lumping serta nonton film bareng untuk menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat.
Semangat kolaborasi dari komunitas seperti Pokdarwis Liman Seto, KTH Wana Karya Muda, hingga penyedia jasa lokal seperti TO-JEK Jasa Delivery, menunjukkan bahwa konservasi bisa berjalan beriringan dengan budaya dan ekonomi masyarakat. Melalui langkah-langkah kecil namun konsisten seperti ini, kita semua berharap masa depan Gajah Sumatera akan tetap terjaga dan harmonisasi antara manusia dan alam dapat terwujud secara berkelanjutan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia