News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Menghormati "Dugul": Sosok Gajah Soliter Penjaga Harmoni Way Kambas

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK) di penghujung tahun ini. Gajah Sumatera jantan yang akrab disapa “Dugul” ditemukan mati di dalam kawasan hutan pada hari Minggu, 24 Desember 2023, sekitar pukul 13.23 WIB. Kehilangan ini meninggalkan kesedihan mendalam, bukan hanya bagi petugas, tetapi juga bagi masyarakat desa penyangga yang selama ini hidup berdampingan dengannya.

“Dugul” bukanlah gajah biasa; namanya merupakan pemberian dari warga lokal karena ia adalah gajah jantan liar tanpa gading. Sejak kecil, Dugul dikenal sebagai gajah soliter yang tenang dan jarang menimbulkan konflik berarti. Meski terkadang masuk ke lahan pertanian warga, Dugul memiliki kebiasaan unik hanya mencicipi tanaman secukupnya tanpa merusak secara masif, sebuah perilaku yang membuatnya justru dihormati dan kehadirannya seringkali dirindukan oleh para petani di sekitar kawasan.

Sebagai langkah tindak lanjut, tim medis Balai TNWK yang dipimpin oleh drh. Esti segera melakukan prosedur nekropsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian sang raksasa lembut ini. Sampel organ bagian dalam telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut agar kronologi kesehatannya dapat teridentifikasi secara ilmiah. Upaya ini penting dilakukan untuk memastikan kesehatan populasi gajah lainnya di dalam taman nasional tetap terjaga dari potensi penyakit menular.

Kepergian Dugul menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian gajah Sumatera sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem kita. Meskipun kini sosoknya telah tiada, keistimewaan dan teladan harmoni yang ia tunjukkan antara satwa liar dan manusia akan selalu dikenang dalam sejarah konservasi Way Kambas. Selamat jalan, Dugul, sang penjaga hutan yang tenang.