News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Pelatuk Kundang, Si Burung Eksotis dari Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas kembali memperkenalkan kekayaan hayatinya melalui media sosial. Kali ini, perhatian tertuju pada salah satu spesies burung yang memiliki penampilan mencolok, yaitu Pelatuk Kundang. Burung yang memiliki nama ilmiah Chrysocolaptes validus ini, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Orange-backed Woodpecker, merupakan salah satu penghuni hutan yang menambah keberagaman fauna di kawasan taman nasional tersebut.

Burung Pelatuk Kundang memiliki karakteristik fisik yang unik dan mudah dikenali bagi para pengamat burung. Dengan ukuran tubuh sekitar 30 cm, burung ini terlihat semampai dengan leher yang panjang. Warna tubuhnya sangat kontras, di mana bagian sayap dan ekor berwarna hitam pekat, namun terlihat sangat harmonis dengan warna tubuh yang cenderung pucat. Keunikan visual inilah yang membuat kehadirannya di pepohonan hutan selalu menarik untuk diamati.

Secara lebih detail, terdapat perbedaan ciri fisik antara jantan dan betina pada spesies ini. Pelatuk Kundang jantan memiliki jambul dan kerongkongan berwarna merah, serta sapuan warna jingga yang indah pada bagian punggung hingga tunggirnya. Selain itu, bagian bawah tubuhnya berwarna kemerahan dengan iris mata kuning-jingga, paruh yang sedikit kekuningan, serta kaki berwarna abu-abu kemerahan. Kombinasi warna-warna cerah ini menjadikannya salah satu burung pelatuk paling cantik di habitatnya.

Melalui program edukasi seperti “#KaBur” (Kamis Burung), Balai Taman Nasional Way Kambas terus berupaya mengajak masyarakat untuk lebih mengenal satwa-satwa yang ada di sekitar kita. Dengan mengenal lebih dekat ciri-ciri dan keberadaan satwa seperti Pelatuk Kundang, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan kepedulian dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem hutan sebagai rumah bagi ribuan spesies satwa liar.