News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengungkap Rahasia di Balik Kemiripan Pelanduk Napu dan Pelanduk Kancil

Banyak orang seringkali keliru saat melihat Pelanduk Napu dan Pelanduk Kancil karena sekilas keduanya tampak identik. Namun, jika kita memperhatikan dengan lebih teliti, kedua spesies ini memiliki perbedaan yang cukup jelas, terutama pada pola warna di area tenggorokan mereka. Mengetahui perbedaan ini sangat penting untuk menambah wawasan kita mengenai kekayaan fauna mamalia yang ada di Indonesia, khususnya di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Way Kambas.

Perbedaan utama yang dapat menjadi panduan identifikasi adalah jumlah garis putih pada bagian leher atau tenggorokan. Pelanduk Napu memiliki ciri khas berupa lima pola garis putih yang terputus-putus. Sebaliknya, pada Pelanduk Kancil, hanya terdapat tiga garis putih yang polanya terlihat menyambung satu sama lain. Dengan memahami detail kecil ini, kita bisa membedakan keduanya meskipun mereka berada dalam kelas mamalia yang sama.

Meskipun berbeda secara fisik, kedua jenis pelanduk ini memiliki nasib yang sama di alam liar. Keduanya sama-sama menyandang status terancam karena masih menjadi target utama perburuan liar oleh manusia untuk diambil dagingnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat peran mereka yang penting dalam ekosistem hutan sebagai pemakan tumbuhan dan bagian dari rantai makanan alami.

Sebagai langkah perlindungan, Pelanduk Napu dan Pelanduk Kancil telah ditetapkan sebagai satwa liar yang dilindungi oleh hukum di Indonesia. Perlindungan ini diatur dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati, serta diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan PermenLHK P.106/2018. Mari kita dukung upaya pelestarian ini dengan tidak memburu atau merusak habitat mereka, agar generasi mendatang masih bisa melihat keunikan kedua satwa ini di alam aslinya.