News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Simpai: Primata Berjambul dari Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali memperkenalkan salah satu kekayaan fauna yang menghuni kawasannya, yaitu Simpai atau Surili (Presbytis melalophos). Primata unik ini memiliki ciri khas fisik yang sangat mencolok, dengan wajah berwarna hitam dan rambut yang memutih, serta dilengkapi jambul di atas kepalanya yang tampak menyerupai mahkota. Kehadiran Simpai menjadi bukti keberagaman hayati yang harus terus dijaga kelestariannya di hutan Lampung.

Sebagai primata sosial, Simpai hidup secara berkelompok dan merupakan hewan diurnal, yang berarti mereka aktif melakukan aktivitasnya pada siang hari. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan di atas pepohonan, atau yang dikenal dengan istilah perilaku arboreal. Namun, ada kalanya mereka harus turun ke permukaan tanah untuk mencari sumber air minum, terutama saat kondisi alam sedang tidak mendukung.

Pada musim kemarau panjang, tantangan bertahan hidup bagi satwa liar di TNWK meningkat karena rawa-rawa di dalam hutan mulai mengering. Untuk mengatasi hal ini, pihak pengelola melakukan kegiatan pemasangan bak-bak penampung air di titik-titik tertentu. Tujuannya adalah untuk memastikan kebutuhan air minum satwa tetap terpenuhi meskipun sumber air alami mereka hilang akibat kekeringan.

Melihat Simpai yang sedang minum di bak penampung air menunjukkan betapa pentingnya intervensi konservasi dalam menjaga kelangsungan hidup satwa liar. Upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam melindungi ekosistem agar penghuninya tetap bisa bertahan di tengah perubahan musim yang ekstrem. Mari kita dukung pelestarian satwa liar dengan membiarkan mereka hidup bebas dan terlindungi di habitat alami mereka.