News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Menjaga Rimba Way Kambas: Dari Teknologi Kamera Jebak hingga Perlindungan Satwa Langka
Upaya konservasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus bergerak maju dengan mengombinasikan teknologi canggih dan pemantauan spesies secara berkala. Salah satu langkah krusial yang dilakukan oleh petugas adalah pemasangan camera trap atau kamera jebak di berbagai titik strategis di dalam hutan. Penggunaan kamera jarak jauh yang dilengkapi sensor gerak dan inframerah ini memungkinkan tim konservasi untuk mengamati perilaku satwa liar yang sulit ditemui secara langsung tanpa mengganggu aktivitas alami mereka di habitat aslinya. Hasil dari kamera ini, baik berupa foto maupun video, menjadi basis data penting untuk menentukan kebijakan perlindungan satwa ke depannya.




Selain pemantauan melalui teknologi, TNWK juga secara rutin memperkenalkan kekayaan keanekaragaman hayatinya melalui program #KaBur (Kamis Burung). Salah satu penghuni hutan yang menjadi perhatian adalah Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus). Burung ini bukan sekadar penghias langit Sumatera dan Kalimantan, melainkan spesies yang kini terancam punah. Dengan status Rentan (Vulnerable) dalam daftar merah IUCN dan masuk dalam kategori Appendix II CITES, Kangkareng Hitam telah menjadi satwa yang dilindungi secara hukum berdasarkan PermenLHK No. 20 Tahun 2018 demi mencegah kepunahannya di hutan primer dataran rendah.
Kekayaan avifauna Way Kambas juga diperkaya oleh kehadiran Kadalan Beruang (Phaenicophaeus diardi) yang memiliki ciri fisik yang sangat eksotis. Burung berukuran cukup besar, yakni sekitar 34 cm, ini mudah dikenali dari paruhnya yang berwarna hijau dan kulit merah tua yang melingkar di sekitar matanya. Keunikan lainnya terletak pada sayapnya yang hijau mengkilap kebiruan serta ujung ekor bawah yang berwarna putih tebal. Spesies ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga ekosistem hutan tropis, karena keberadaannya terbagi dalam dua sub-spesies spesifik, yakni P. diardi di Sumatera dan Semenanjung Malaya, serta P. borneensis di Kalimantan.
Melalui sinergi antara pemantauan intensif menggunakan kamera jebak dan edukasi mengenai spesies yang dilindungi, Taman Nasional Way Kambas berharap masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian alam. Setiap jepretan kamera dan setiap data spesies yang tercatat merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat melihat Kangkareng Hitam terbang bebas atau mendengar suara Kadalan Beruang di tengah rimbunnya hutan Sumatera. Mari kita terus dukung upaya perlindungan ini demi menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi jantung bagi kehidupan liar kita.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia