News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Kadalan Beruang: Si Cantik Berparuh Hijau dari Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas kembali memperkenalkan salah satu kekayaan avifaunanya yang memukau, yaitu burung Kadalan Beruang atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Black-bellied Malkoha (Phaenicophaeus diardi). Burung ini merupakan salah satu spesies yang menarik perhatian para pengamat burung karena ciri fisiknya yang unik dan ukurannya yang tergolong besar, yakni mencapai 34 cm. Penampilannya yang elegan menjadikannya subjek foto yang luar biasa bagi para fotografer alam liar di kawasan konservasi ini.


Secara visual, Kadalan Beruang memiliki dominasi bulu berwarna abu-abu pada tubuhnya. Namun, jika diperhatikan lebih dekat di bawah cahaya yang tepat, sayapnya akan tampak hijau mengkilap dengan semburat kebiruan yang sangat cantik. Salah satu ciri khas yang paling mencolok adalah bagian ekornya yang memiliki ujung bulu bagian bawah berwarna putih tebal, kontras dengan warna tubuhnya yang gelap. Selain itu, area wajah burung ini sangat ikonik dengan kulit tanpa bulu berwarna merah tua di sekitar mata yang melingkari iris putih kebiruan, serta paruh berwarna hijau yang khas.
Dari sisi taksonomi, burung dengan kaki abu-abu biru ini dibedakan menjadi dua sub-spesies utama. Sub-spesies pertama adalah P. diardi (Lesson, 1830) yang memiliki daerah sebaran cukup luas meliputi Myanmar bagian selatan (Tenasserim), Thailand selatan, Semenanjung Malaysia, hingga ke Pulau Sumatera. Sementara itu, sub-spesies kedua adalah P. borneensis (Salvadori, 1874) yang secara spesifik dapat ditemukan di wilayah Kalimantan.
Keberadaan Kadalan Beruang di Taman Nasional Way Kambas menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai habitat bagi berbagai spesies burung eksotis. Bagi para pengunjung atau #sobatwaykambas yang beruntung, melihat burung ini secara langsung di dahan pepohonan akan memberikan pengalaman berwisata alam yang tak terlupakan. Mari kita terus dukung upaya konservasi agar keanekaragaman hayati ini tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia