News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Lebih Dekat Keluarga Burung Hantu di Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas tidak hanya menjadi rumah bagi gajah dan badak, tetapi juga menjadi surga bagi berbagai jenis burung malam atau ordo Strigiformes. Burung hantu sering kali dianggap sebagai makhluk misterius yang penuh mitologi di tengah masyarakat. Dengan sifatnya yang nokturnal dan kemampuan terbang tanpa suara, burung-burung ini memegang peranan penting sebagai predator puncak dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan di Lampung.

Secara taksonomi, burung hantu yang ada di kawasan ini terbagi menjadi dua famili utama, yaitu Strigidae dan Tytonidae. Cara paling mudah untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat bentuk wajahnya. Keluarga Strigidae umumnya memiliki bentuk wajah bulat yang ikonik, sementara keluarga Tytonidae memiliki piringan wajah yang menyerupai bentuk hati. Perbedaan fisik ini bukan sekadar hiasan, melainkan adaptasi hebat untuk membantu mereka memusatkan suara saat berburu di kegelapan malam.

Berikut adalah beberapa jenis burung hantu yang dapat dijumpai di Way Kambas:

  • Keluarga Strigidae: Beluk ketupa (Buffy fish owl), Kukuk-beluk coklat (Brown wood owl), Beluk jempuk (Barred eagle owl), Celepuk merah (Reddish scops owl), Celepuk reban (Sunda scops owl), dan Punggok coklat (Brown boobook).

  • Keluarga Tytonidae: Serak jawa (Eastern barn owl) dan Serak bukit (Oriental bay owl).

Banyak dari spesies ini, seperti Beluk jempuk dan Celepuk merah, saat ini berstatus Near Threatened (Hampir Terancam) menurut daftar merah IUCN. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai habitat asli mereka. Keberadaan mereka adalah indikator bahwa ekosistem kita masih bekerja dengan baik. Mari kita terus dukung upaya konservasi di Taman Nasional Way Kambas agar suara “kukuk” yang merdu ini tetap bisa terdengar oleh generasi mendatang.