News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Bajing Tiga Warna: Si Cantik yang Sering Salah Dikenali
Keanekaragaman hayati di Indonesia sering kali menyimpan keunikan yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat luas, termasuk dalam mengenali jenis-jenis mamalia kecil. Salah satu satwa yang sering mengundang perhatian namun sering salah diartikan adalah Bajing Tiga Warna. Di tengah masyarakat, hewan dengan corak indah ini kerap disebut sebagai “Tupai 3 Warna”, padahal secara taksonomi keduanya berasal dari keluarga yang sangat berbeda.
Penting untuk meluruskan miskonsepsi ini agar kita lebih mengenal fauna tanah air. Secara ilmiah, Bajing Tiga Warna masuk ke dalam kategori keluarga Sciuridae atau keluarga Bajing, bukan Tupaiidae atau keluarga Tupai. Perbedaan ini juga terlihat jelas dalam bahasa Inggris, di mana Bajing disebut sebagai squirrel, sedangkan Tupai disebut sebagai treeshrew. Memahami perbedaan mendasar ini adalah langkah awal dalam menghargai kekayaan hayati kita secara tepat.
Bajing Tiga Warna merupakan hewan diurnal, yang berarti mereka sangat aktif menjalankan kegiatannya pada pagi hingga siang hari. Meskipun saat ini statusnya belum tergolong sebagai satwa yang dilindungi oleh undang-undang, keberadaannya sudah mulai jarang dijumpai di area permukiman warga. Penurunan perjumpaan ini menjadi pengingat bahwa tekanan terhadap habitat alami mereka terus terjadi, sehingga penting bagi kita untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Sebagai bagian dari ekosistem, Bajing Tiga Warna memiliki peran yang tidak bisa diabaikan. Sepatutnya kita memberikan ruang bagi mereka untuk hidup bebas di alam tanpa gangguan terhadap individu maupun habitatnya. Mari kita terus dukung upaya konservasi di tempat-tempat seperti Taman Nasional Way Kambas agar satwa-satwa cantik ini tetap bisa menjalankan perannya dan dapat terus dinikmati keindahannya oleh generasi mendatang.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia