News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Sinergi Konservasi: Dari Pelestarian Badak hingga Aksi Mangrove Bersama Insan Pers
Bulan Februari 2024 menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama di bidang lingkungan dan kehutanan di Indonesia. Diawali dengan kabar menggembirakan dari dunia konservasi satwa, keberhasilan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam meningkatkan populasi badak sumatera secara semi-captive di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) kini menjadi rujukan nasional. Kesuksesan ini menarik perhatian pengelola Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) untuk mempelajari teknik serupa, khususnya terkait pelatihan trajectory dan habituasi badak.



Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menduplikasi keberhasilan penangkaran TNWK ke kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di Semenanjung TNUK. Pertukaran pengetahuan antar balai taman nasional ini diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan spesies badak yang terancam punah melalui manajemen kawasan yang lebih terukur dan adaptif. Inisiatif ini membuktikan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan biodiversitas Indonesia.
Tak hanya di dalam kawasan hutan, semangat pelestarian lingkungan juga menyentuh sektor media. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar aksi penanaman mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, pada 17 Februari 2024. Menteri LHK, Siti Nurbaya, hadir secara langsung memimpin penanaman ini, menegaskan bahwa peran pers sangat krusial dalam menyuarakan isu-isu keberlanjutan lingkungan.
Aksi lingkungan di ibu kota ini mengusung tema “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Merawat Keutuhan Bangsa,” yang menyiratkan pesan bahwa keutuhan bangsa juga mencakup kelestarian ekosistemnya. Melalui keterlibatan insan pers dalam kegiatan tahunan terbesar dan paling bergengsi ini, diharapkan pesan mengenai pentingnya aksi nyata—seperti menjaga ekosistem pesisir melalui mangrove—dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat Indonesia. Rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan alam adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia