News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Momen Hangat di SRS Way Kambas: Belajar Mandiri Bersama Sedah Mirah dan Rosa

Melihat tumbuh kembang satwa langka selalu menjadi momen yang menyentuh hati, seperti potret throwback kebersamaan antara anak badak sumatera bernama “Sedah Mirah” dan induknya, “Rosa”, di Suaka Rhino Sumatera (SRS) TNWK. Dalam masa pertumbuhannya, seekor bayi badak sumatera akan melewati fase transisi yang penting bagi kelangsungan hidupnya di masa depan. Meskipun masih sangat bergantung pada air susu ibu, bayi badak mulai diperkenalkan dengan pakan alami berupa dedaunan sebagai langkah awal belajar mandiri sebelum nantinya benar-benar lepas dari sang induk.

Proses belajar mengunyah daun ini biasanya berlangsung cukup lama, di mana anak badak akan terus mendampingi induknya hingga usia sekitar dua tahun. Selama periode ini, sang anak tidak hanya belajar memilih jenis tumbuhan yang aman dikonsumsi, tetapi juga mempelajari berbagai perilaku dasar lainnya. Setelah mencapai usia kemandirian, barulah mereka akan mulai memisahkan diri dan mencari area jelajahnya sendiri. Hal ini dikarenakan sifat alami badak sumatera yang merupakan satwa soliter atau penyendiri, yang hanya akan bertemu dengan sesamanya saat musim kawin tiba.

Di SRS TNWK, fokus utama pengelola adalah memastikan kesehatan dan kesejahteraan seluruh individu yang ada, yang saat ini berjumlah 10 ekor badak sumatera. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan area alami yang luas dan representatif untuk masing-masing badak. Dengan adanya ruang terbuka yang mirip dengan habitat aslinya, setiap badak, termasuk Sedah Mirah, dapat dengan bebas mengekspresikan perilaku alamiah mereka tanpa merasa terkekang, yang sangat krusial bagi keberhasilan program pengembangbiakan.

Melihat Sedah Mirah yang dengan tekun belajar mengunyah daun bersama ibunya memberikan harapan baru bagi pelestarian badak sumatera yang statusnya sangat terancam punah. Setiap tahapan kecil dalam pertumbuhan mereka adalah kemenangan bagi dunia konservasi internasional. Mari kita terus memberikan dukungan dan doa terbaik bagi tim di SRS Taman Nasional Way Kambas agar upaya mereka dalam menjaga kelestarian sang “raksasa berambut” ini terus membuahkan hasil positif demi masa depan bumi kita.