News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Sinergi Lintas Instansi: Upaya Nyata Pencegahan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas

Menghadapi musim kemarau tahun 2025, Polres Lampung Timur bersama Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan berbagai instansi terkait menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kelestarian alam. Pada Rabu, 30 Juli 2025, dilaksanakan “Apel Kesiapan Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)” yang dipusatkan di Lapangan Satya Haprabu, Mapolres Lampung Timur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah seperti Bupati Lampung Timur dan Dandim 0429.

Urgensi dari kegiatan ini didasari oleh fakta bahwa Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu titik rawan nasional untuk bencana kebakaran. Terdapat tiga area yang diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi, yaitu Way Kanan, Way Bungur, dan Kuala Penet, yang mana ketiganya berbatasan langsung dengan 23 desa penyangga. Kapolres menekankan bahwa mayoritas penyebab kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya, seperti pada tahun 2024 yang mencatat 23 kejadian, adalah aktivitas manusia seperti perburuan liar dan penangkapan ikan ilegal.

Sebagai langkah antisipasi, dalam apel tersebut dilakukan pengecekan mendalam terhadap kesiapan personel, kendaraan operasional, hingga peralatan pemadaman seperti pompa air dan alat semprot. Kapolres menetapkan lima langkah strategis utama: fokus pada pencegahan, penguatan peran Bhabinkamtibmas, deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot), penegakan hukum yang tegas, serta sinergi antarinstansi yang berkelanjutan.

Selain apel kesiapan fisik, Taman Nasional Way Kambas juga memaparkan strategi mitigasi jangka panjang dalam rapat koordinasi terkait. Langkah-langkah tersebut mencakup restorasi habitat, pembangunan sekat bakar dan embung, hingga pemberdayaan masyarakat desa penyangga agar terlibat aktif dalam patroli pencegahan. Melalui kolaborasi yang kuat antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan bencana kebakaran hutan yang rutin mengancam setiap musim kemarau dapat dicegah demi melindungi warisan alam bagi generasi mendatang.