News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Beluk Ketupa: Sang Penguasa Malam di Ekosistem Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas kembali memperkenalkan salah satu penghuni malamnya yang mempesona, yaitu Beluk Ketupa atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Buffy Fish-owl (Ketupa ketupu). Spesies burung hantu ini merupakan salah satu penghuni asli TN Way Kambas yang memiliki karakteristik unik dan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Sebagai hewan nokturnal, Beluk Ketupa mulai aktif menjalankan aktivitasnya saat matahari terbenam, mengandalkan kemampuan adaptasi fisik yang luar biasa untuk bertahan hidup di kegelapan.
Salah satu kemampuan fisik yang paling menonjol dari Beluk Ketupa adalah fleksibilitas lehernya yang mampu berputar hingga 180 derajat, memberikan sudut pandang yang luas tanpa harus menggerakkan seluruh tubuhnya. Berasal dari famili Strigidae, burung ini memiliki gaya terbang yang sangat senyap, sebuah keuntungan evolusioner untuk mendekati mangsa tanpa terdeteksi. Dengan rentang sayap yang dapat mencapai tiga kali ukuran tubuhnya, burung yang memiliki panjang tubuh sekitar 45 sentimeter ini terlihat sangat gagah saat melintasi hutan dataran rendah hingga ketinggian 1.100 meter.
Dalam rantai makanan, posisi Beluk Ketupa sangatlah krusial sebagai pemangsa puncak (top predator) dalam ekosistemnya. Ia memegang tanggung jawab besar dalam mengendalikan populasi mangsa yang berada di bawahnya, sehingga keseimbangan hayati di kawasan hutan tetap terjaga secara alami. Keberadaannya menjadi indikator kesehatan lingkungan; jika populasi pemangsa puncak ini stabil, maka dapat dipastikan sumber makanan dan kondisi habitat di sekitarnya masih dalam keadaan baik.
Meski saat ini status hukumnya belum termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi, Beluk Ketupa tetap menjadi prioritas untuk dilestarikan. Mengingat perannya yang sangat vital bagi ekosistem, upaya perlindungan terhadap habitat asli mereka di TN Way Kambas harus terus diperkuat agar keanekaragaman hayati ini tidak hilang ditelan zaman. Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga seluruh penghuni hutan, termasuk sang penguasa malam ini, demi masa depan alam Indonesia yang lebih lestari.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia