News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Kukang (Nycticebus coucang), Primata Nokturnal yang Pemalu

Halo, Sobat Way Kambas! Kembali lagi dalam edisi #JumatMamalia (Maju). Kali ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang salah satu penghuni hutan yang sangat unik dan menggemaskan, yaitu Kukang atau yang secara internasional dikenal dengan sebutan Slow Loris. Apakah kalian sudah pernah melihat hewan ini secara langsung di habitat aslinya?

Kukang (Nycticebus coucang) merupakan salah satu jenis satwa mamalia yang memiliki karakteristik sangat khas. Sesuai dengan nama internasionalnya, pergerakan hewan ini tergolong sangat lambat dan tenang saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Tubuhnya didominasi oleh rambut berwarna cokelat keabu-abuan yang tebal. Ciri yang paling menonjol adalah matanya yang besar dan bulat, yang memberikan kesan tatapan seolah-olah sedang malu, padahal ukuran mata tersebut berfungsi untuk membantu penglihatan mereka di kegelapan.

Sebagai hewan nokturnal, Kukang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk aktif pada malam hari. Saat matahari terbenam, mereka mulai keluar untuk mencari makan dan bersosialisasi. Berbeda dengan anggapan banyak orang yang mengira mereka hanya pemakan buah, Kukang sebenarnya memiliki diet yang cukup beragam. Di alam liar, mereka biasa mengonsumsi buah-buahan matang, dedaunan muda yang segar, hingga serangga. Tak jarang, mereka juga memangsa hewan kecil lainnya seperti kadal untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Keberadaan Kukang di ekosistem hutan sangatlah penting, namun sayangnya mereka seringkali terancam oleh aktivitas manusia dan perdagangan ilegal. Melalui program #JumatMamalia ini, Balai Taman Nasional Way Kambas mengajak kita semua untuk lebih peduli dan ikut serta dalam menjaga kelestarian satwa unik ini. Mari kita biarkan Kukang tetap hidup bebas di habitatnya agar keseimbangan alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.