News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Menggali Emas Cair di Desa Penyangga: Potensi Budidaya Lebah Madu untuk Ekonomi Berkelanjutan
Kabar penting bagi pemberdayaan ekonomi lokal dan kelestarian alam! Wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas yang terdiri dari 38 desa ternyata menyimpan potensi sumber daya alam yang luar biasa untuk dikembangkan. Salah satu komoditas yang kini tengah naik daun dan menjadi primadona adalah budidaya lebah madu. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, madu asli dari kawasan ini sangat digemari masyarakat karena manfaatnya yang besar bagi daya tahan tubuh, terutama setelah masa pandemi global.










Sebagai bagian dari statusnya sebagai Taman Nasional Warisan ASEAN, Balai TNWK terus mendorong program-program yang dapat diakses langsung oleh masyarakat sekitar. Fokus utamanya saat ini adalah pengembangan kapasitas bagi para pembudidaya lebah madu yang tersebar di beberapa desa strategis, seperti Desa Rantau Jaya Udik II di Kecamatan Sukadana, serta Desa Braja Harjosari dan Desa Braja Yekti di Kecamatan Braja Selebah. Program ini dirancang untuk mengubah potensi alam menjadi penghasilan nyata bagi warga tanpa merusak ekosistem hutan.
Langkah konkret yang sedang diupayakan adalah pembentukan koperasi pemasaran khusus untuk produk madu dan turunannya. Dengan adanya wadah koperasi, diharapkan para pembudidaya memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan akses pasar yang lebih luas. Koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai pusat standarisasi kualitas madu asli Way Kambas agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional sebagai produk unggulan dari Lampung Timur.
Sinergi antara perlindungan hutan dan kesejahteraan masyarakat adalah kunci dari konservasi masa depan. Dengan berhasilnya budidaya lebah madu ini, masyarakat diharapkan merasa memiliki andil langsung dalam menjaga kelestarian hutan, karena kesehatan hutan sangat berpengaruh pada produktivitas lebah mereka. Mari kita dukung terus produk-produk lokal dari desa penyangga Way Kambas agar alam tetap terjaga dan ekonomi warga semakin sejahtera.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia