News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Inovasi Pemantauan Satwa Liar: Balai TNWK Gelar Pelatihan Pengambilan Sampel eDNA Badak Sumatera

Dunia konservasi terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi demi memastikan kelestarian satwa-satwa langka. Sebagai bagian dari upaya inovatif tersebut, Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyelenggarakan pelatihan pengambilan sampel Environmental DNA (eDNA) pada tanggal 31 Agustus hingga 1 September 2023. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini didukung penuh oleh Yayasan Badak Indonesia dan difokuskan pada pengambilan sampel dari air serta sedimen di kubangan yang sering digunakan oleh badak sumatera di kawasan TNWK.

Pelatihan ini diikuti oleh berbagai perwakilan dari unit pengelola kawasan konservasi dan organisasi mitra, termasuk BBTNGL, BBTNBBS, TNWK, TNUK, serta Rhino Protection Unit (RPU). Melibatkan narasumber ahli seperti Hermawan, S.Hut. (Kasubbag TU Balai TNWK) beserta tim dokter hewan dan peneliti dari alumni Universitas Indonesia, kegiatan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur teknis pengumpulan DNA dari lingkungan. Sinergi antar-lembaga ini sangat krusial untuk menyeragamkan metode pemantauan satwa yang lebih modern dan akurat di berbagai habitat.

Selama ini, pemantauan populasi satwa liar umumnya bergantung pada metode konvensional seperti penggunaan kamera jebak (camera trap), sensus langsung, maupun survei jejak. Hadirnya teknologi eDNA menawarkan alternatif inovatif di mana peneliti hanya perlu mengambil materi berupa DNA yang tertinggal di lingkungan tempat organisme beraktivitas. Keunggulan utama metode ini adalah efektivitasnya dalam mendeteksi keberadaan satwa tanpa perlu berinteraksi langsung atau mengganggu kenyamanan organisme yang sedang dipantau, sehingga sangat cocok untuk satwa pemalu dan sangat langka seperti badak sumatera.

Penerapan eDNA di Way Kambas diharapkan dapat memberikan data yang lebih komprehensif mengenai sebaran dan keberadaan individu badak di wilayah yang sulit dijangkau secara visual. Dengan data yang lebih valid, strategi perlindungan dan manajemen kawasan dapat dirancang dengan lebih tepat sasaran. Mari kita terus dukung pemanfaatan sains dan teknologi dalam menjaga kekayaan alam Indonesia, agar satwa-satwa ikonik kita tetap terjaga eksistensinya bagi masa depan.