News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Uniknya Paruh-Kodok Besar: Si Burung Kayu Penyamar dari Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas menyimpan rahasia keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah Burung Paruh-kodok Besar atau Large Frogmouth (Batrachostomus auratus). Burung nokturnal ini merupakan penghuni hutan dataran rendah yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan kerabatnya. Dengan ukuran tubuh sekitar 40 cm, ia memiliki fisik yang lebih besar daripada Sunda Frogmouth (Batrachostomus cornutus), menjadikannya salah satu pemburu serangga yang handal di malam hari.




Salah satu kemampuan yang paling mengagumkan dari burung ini adalah bakat menyamarnya yang luar biasa, sehingga sering dijuluki sebagai “si burung kayu”. Bulunya yang berwarna abu-abu kecokelatan sangat menyerupai dahan pohon yang ia hinggapi, sehingga pada siang hari saat ia beristirahat di dahan rendah, keberadaannya hampir mustahil dideteksi oleh predator maupun mata manusia yang tidak jeli. Secara fisik, ia memiliki paruh pendek yang runcing di ujungnya namun lebar seperti mulut kodok dengan bagian dalam berwarna kuning, yang sangat efisien untuk menangkap mangsa.
Secara global, sebaran burung ini meliputi wilayah Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Indonesia, khususnya di pulau Sumatera dan Kalimantan. Namun, meskipun ia memiliki kemampuan adaptasi yang unik, status konservasinya saat ini perlu menjadi perhatian serius. Menurut daftar merah IUCN, Burung Paruh-kodok Besar telah masuk dalam kategori Rentan atau Vulnerable (VU). Hal ini menunjukkan bahwa populasi mereka menghadapi risiko kepunahan di alam liar jika habitatnya tidak dijaga dengan baik.
Melihat status perlindungannya yang saat ini belum secara resmi masuk dalam kategori dilindungi menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018, edukasi mengenai keberadaan burung ini menjadi semakin penting. Kesadaran masyarakat untuk tidak mengganggu habitat mereka di hutan dataran rendah adalah kunci agar si “penyamar” ulung ini tidak benar-benar menghilang dari bumi pertiwi. Mari kita jaga hutan kita agar keindahan langka seperti Paruh-kodok Besar ini tetap bisa ditemukan oleh generasi mendatang.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia