News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengintip Kesibukan di Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja: Jantung Konservasi Way Kambas
Kabar penting bagi para Conservationmate dan pecinta satwa liar di seluruh Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan “Jelajah TNTWA Edisi Way Kambas” hari kedua, para peserta berkesempatan mengunjungi lokasi yang sangat istimewa, yaitu Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja. Kunjungan ini memberikan perspektif baru mengenai dedikasi luar biasa di balik layar dalam merawat raksasa lembut yang menjadi ikon kebanggaan Lampung.
Di sini, peserta melihat secara langsung bagaimana sinergi antara dokter hewan dan mahout (pawang gajah) bekerja dalam merawat gajah-gajah yang sedang sakit atau membutuhkan perawatan intensif. Mulai dari proses cek kesehatan rutin, pembersihan luka yang telaten, hingga mendengarkan berbagai cerita perjuangan medis yang mengharukan. Momen ini menjadi edukasi yang sangat berharga bagi siapa pun untuk memahami betapa vitalnya peran rumah sakit ini sebagai pilar utama dalam menjaga kesehatan populasi gajah di Way Kambas.
Meskipun kunjungan tersebut tergolong singkat, kesan yang ditinggalkan sangat mendalam dan berhasil menumbuhkan rasa sayang yang lebih besar terhadap gajah Sumatera. Melalui pengalaman ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya mendukung upaya konservasi semakin meluas, sehingga warisan alam ini tetap lestari untuk generasi mendatang. Mari kita terus sebarkan semangat positif ini untuk menjaga kelestarian flora dan fauna Indonesia.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia