News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Bina: Sang 'Fosil Hidup' Penghuni Senior Suaka Rhino Sumatera

Kabar menggembirakan datang dari Way Kambas, di mana salah satu penghuni paling senior di sana, seekor badak sumatera betina bernama Bina, dilaporkan dalam kondisi yang sangat prima. Bina bukan sekadar penghuni biasa; ia adalah salah satu dari sepuluh badak sumatera yang saat ini menempati fasilitas semi in-situ Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sebagai fasilitas yang dikelola bersama oleh Balai TNWK dan Yayasan Badak Indonesia (YABI), SRS menjadi benteng terakhir bagi pelestarian spesies yang sangat terancam punah ini.

Perjalanan Bina di SRS TNWK dimulai sejak tahun 1998, menjadikannya salah satu dari tiga badak pertama yang menempati fasilitas tersebut saat pertama kali dibuka. Dedikasi para penjaga (keeper), dokter hewan, dan paramedis dalam merawat Bina selama puluhan tahun membuahkan hasil yang luar biasa. Saat ini, pada pemeriksaan terbaru di tahun 2026, Bina tercatat memiliki berat badan yang sangat sehat mencapai 743 kg. Angka ini mencerminkan kesejahteraan dan perawatan intensif yang diterimanya setiap hari di lingkungan yang menyerupai habitat aslinya.

Hal yang paling menakjubkan dari sosok Bina adalah usianya. Di tahun 2026 ini, Bina diperkirakan telah menginjak usia 46 tahun. Menurut para ahli badak, usia ini sangatlah istimewa mengingat rata-rata harapan hidup badak sumatera umumnya hanya berkisar antara 35 hingga 40 tahun saja. Kemampuan Bina untuk terus bertahan hidup dan tetap sehat melampaui usia rata-rata spesiesnya adalah sebuah prestasi besar bagi dunia konservasi Indonesia.

Melihat Bina yang masih aktif dan sejahtera hingga hari ini memberikan harapan besar bagi masa depan konservasi badak di Indonesia. Tim medis dan seluruh staf di SRS TNWK berkomitmen untuk terus memastikan Bina mendapatkan perawatan terbaik di masa tuanya. Mari kita terus dukung dan kirimkan doa terbaik agar Bina selalu sehat dan tetap menjadi simbol inspirasi bagi upaya penyelamatan badak sumatera dari kepunahan.