News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Perpisahan Haru untuk Suli dan Dona: Kehilangan Dua "Ibu" Terbaik di Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas sedang diselimuti awan duka yang mendalam. Kita semua baru saja kehilangan dua sosok ibu gajah Sumatera yang luar biasa, Suli dan Dona. Kedua gajah betina ini telah berpulang, meninggalkan kenangan indah serta warisan bagi keberlangsungan generasi gajah di masa depan. Mereka bukan sekadar penghuni taman nasional, melainkan simbol kekuatan dan kasih sayang yang selama ini hidup berdampingan bersama para perawat dan keluarga besar konservasi di Lampung.

Gajah Suli memiliki kisah perjalanan yang panjang sejak dibawa ke Pusat Latihan Gajah (PLG) dari Palembang pada tahun 2003. Di usianya yang diperkirakan menginjak 35 tahun, Suli dikenal sebagai ibu yang sangat penyayang dan telah melahirkan empat ekor anak. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi anaknya yang paling kecil, Yongki, yang baru berusia 2,5 tahun. Suli akan selalu dikenang sebagai inspirasi tentang ketabahan seorang ibu dalam menjaga garis keturunan gajah Sumatera.

Selain Suli, kehilangan juga dirasakan atas kepergian Gajah Dona. Foto-foto dokumentasi menunjukkan bagaimana dedikasi tim medis dan perawat dalam memberikan perawatan serta pengobatan intensif kepada Dona sebelum ia mengembuskan napas terakhir. Proses nekropsi atau bedah bangkai juga telah dilakukan oleh tim ahli untuk memahami lebih lanjut penyebab kematiannya sebagai bagian dari prosedur medis dan evaluasi kesehatan satwa di taman nasional. Kehilangan Dona merupakan pukulan besar bagi upaya perlindungan keanekaragaman hayati yang sedang terus diperjuangkan.

Meski Suli dan Dona telah tiada, kasih sayang mereka akan terus berlanjut melalui dukungan gajah-gajah lain. Yongki, anak Suli, kini mendapatkan pendampingan dari ibu asuh baru, Kartijah dan Pleno, yang akan membimbingnya dengan penuh kasih. Gajah-gajah kecil lain seperti Nisa dan Erin juga akan menjadi teman bermain bagi Yongki dalam petualangan hidupnya ke depan. Komitmen untuk terus menjaga dan melindungi ekosistem di Taman Nasional Way Kambas tetap teguh, memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati keindahan alam dan kehidupan satwa liar yang lestari.