News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Pentingnya Lahan Basah bagi Ekosistem di Hari Lahan Basah Sedunia

Lahan basah atau yang sering dikenal dengan istilah wetland merupakan wilayah unik di mana kondisi tanahnya jenuh dengan air. Kondisi ini dapat bersifat permanen atau menetap, maupun musiman. Secara umum, lahan basah mencakup berbagai ekosistem penting seperti rawa-rawa, paya, mangrove, hingga lahan gambut. Meskipun luasnya hanya mencakup sebagian kecil dari permukaan bumi, peranannya sangat krusial bagi keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup.

 

Dalam skala global, lahan basah diibaratkan sebagai pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Hal ini dikarenakan fungsinya yang vital dalam menyangga sistem kehidupan, mulai dari penyedia air bersih, pengendali banjir, hingga menjadi habitat bagi berbagai biodiversitas yang ada di dalamnya. Tanpa adanya lahan basah yang sehat, keseimbangan alam akan terganggu dan berdampak langsung pada kualitas lingkungan di sekitarnya.

 

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia yang jatuh setiap tanggal 2 Februari memiliki sejarah panjang yang berakar dari Konvensi Ramsar. Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian ini dengan resmi menjadi anggota Konvensi Ramsar pada tahun 1991. Langkah ini diperkuat melalui penerbitan Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 1991 sebagai bentuk ratifikasi resmi untuk melindungi kawasan-kawasan lahan basah yang ada di tanah air.

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1996, melalui pertemuan para anggota Konvensi Ramsar, ditetapkanlah tanggal 2 Februari sebagai Hari Lahan Basah Sedunia. Peringatan ini pertama kali dirayakan secara global pada tahun 1997 oleh negara-negara anggota. Melalui momen ini, diharapkan kesadaran masyarakat dunia, khususnya para penggiat lingkungan, semakin meningkat untuk terus menjaga dan mengelola lahan basah secara bijaksana demi masa depan bumi yang lebih hijau.