News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mas Achmad Santosa: Waspada Potensi Kejahatan dalam Perdagangan Karbon
Isu perubahan iklim telah membawa perdagangan karbon menjadi salah satu instrumen ekonomi yang paling dibicarakan saat ini. Namun, di balik potensinya untuk menekan emisi gas rumah kaca, terdapat celah besar yang patut diwaspadai. Mas Achmad Santosa, seorang pakar hukum lingkungan ternama sekaligus mantan Plt. Pimpinan KPK tahun 2009, memberikan peringatan keras mengenai potensi “kejahatan kerah putih” yang mungkin menyusup dalam mekanisme perdagangan karbon di Indonesia.

Dalam ulasannya yang dimuat oleh detikNews, beliau menekankan bahwa perdagangan karbon bukan sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan sektor yang sangat rawan terhadap praktik kecurangan jika tidak diawasi dengan ketat. Mengingat statusnya yang sedang menjadi hot issue, negara telah menyusun regulasi yang tegas untuk memayungi aktivitas ini. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya manipulasi data emisi, klaim ganda (double counting), hingga praktik korupsi yang dapat merugikan upaya konservasi nasional.
Penting bagi kita, terutama para penggiat lingkungan dan pelaku industri, untuk memahami bahwa integritas adalah kunci utama dalam pasar karbon. Tanpa transparansi dan penegakan hukum yang kuat, tujuan mulia untuk menjaga suhu bumi bisa terdistorsi oleh kepentingan segelintir pihak yang mencari keuntungan ilegal. Mas Achmad Santosa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis dan mengawal setiap kebijakan agar perdagangan karbon benar-benar memberikan dampak positif bagi kelestarian alam, bukan justru menjadi ladang kejahatan baru.
Kesadaran kolektif mengenai risiko ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan yang ada. Perdagangan karbon harus tetap berada pada jalur yang benar sebagai solusi iklim yang kredibel dan akuntabel. Bagi sobat konservasi yang ingin mendalami perspektif hukum dan teknis terkait isu ini, tulisan lengkap beliau dapat diakses melalui kanal berita resmi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai peta kerawanan kejahatan di sektor ini.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia