News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Talk Show Penyuluhan Kehutanan di Lampung: Perkuat Legalitas dan Kualitas Produk Kelompok Tani Hutan

Pusat Penyuluhan Kehutanan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui penyelenggaraan Talk Show bertajuk “Produk KTH Terjaga, Usaha Semakin Berdaya”. Acara yang digelar di Desa Labuhan Ratu IV, Lampung Timur, Provinsi Lampung ini, dirancang sebagai ruang berbagi ilmu dan strategi bagi para pelaku Kelompok Tani Hutan (KTH). Melalui kegiatan ini, diharapkan peran KTH tidak hanya terbatas pada menjaga kelestarian hutan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui usaha produktif yang berkelanjutan.

Acara ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari para Penyuluh Kehutanan dan anggota Kelompok Tani Hutan di lingkup Provinsi Lampung. Kehadiran para penyuluh menjadi sangat penting sebagai jembatan informasi teknis kepada masyarakat di lapangan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antarinstansi untuk memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan oleh KTH memiliki daya saing yang tinggi dan manajemen usaha yang semakin mantap di tengah kompetisi pasar saat ini.

Salah satu fokus utama dalam diskusi interaktif ini adalah mengenai pentingnya legalitas produk. Menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, para peserta mendapatkan bimbingan mendalam mengenai proses perizinan. Pembahasan mencakup tata cara pengurusan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) serta sertifikasi halal, yang seringkali menjadi kendala bagi para petani hutan dalam memasarkan produknya secara luas dan resmi.

Lebih dari sekadar sosialisasi, talk show ini berfungsi sebagai media komunikasi dua arah yang efektif. Para petani dapat berkonsultasi langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, sementara pemerintah memberikan solusi konkret terkait regulasi. Dengan adanya kepastian legalitas dan peningkatan kualitas produk, Kelompok Tani Hutan di Lampung diharapkan dapat terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang mampu menyelaraskan antara perlindungan alam dan kemandirian finansial.