News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Indra: Badak Sumatera Kelima yang Lahir di SRS Taman Nasional Way Kambas

Hari ini merupakan momen yang sangat spesial di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Tepat pada tanggal 25 November 2025, seekor badak Sumatera bernama Indra merayakan ulang tahunnya yang kedua. Indra merupakan anak pertama dari pasangan Ibu Delilah dan Ayah Harapan, sekaligus menjadi badak kelima yang berhasil lahir di fasilitas konservasi SRS TNWK sejak pertama kali didirikan. Perayaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan reproduksi, tetapi juga harapan baru bagi kelestarian spesies yang sangat terancam punah ini.

Kelahiran Indra pada tahun 2023 silam tercatat sebagai peristiwa yang unik dan tak terduga. Berbeda dengan kelahiran badak lainnya yang biasanya dipantau ketat oleh tim medis saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL), Ibu Delilah ternyata melahirkan Indra lebih awal dari perkiraan. Akibatnya, saat detik-detik kelahiran terjadi, tidak ada tim manusia yang melihat atau merekamnya secara langsung; hanya ada sang induk dan bayinya di tengah rimbunnya hutan. Mas Edi Parwito, atau yang akrab disapa Mas Parlan, merupakan keeper yang pertama kali menemukan Indra sudah berada di alam setelah dilahirkan.

Selain proses kelahirannya yang mengejutkan, masa kehamilan Indra juga menjadi catatan penting bagi ilmu pengetahuan. Jika rata-rata badak Sumatera mengandung selama 15 hingga 16 bulan, Indra tercatat berada di dalam kandungan selama 461 hari. Durasi ini tergolong lebih singkat dibandingkan dengan kerabatnya yang lain, seperti Ayah Harapan (479 hari), Ibu Delilah (477 hari), bahkan Paman Andatu (470 hari). Data-data ini dikumpulkan oleh para peneliti sebagai bagian dari proses pembelajaran panjang mengenai perilaku reproduksi badak Sumatera yang dimulai sejak kelahiran Opa Andalas di Cincinnati Zoo, USA pada tahun 2001.

Kini, di usianya yang menginjak dua tahun, Indra tumbuh menjadi badak yang sehat dan mulai menunjukkan kemandirian. Meskipun lahir di lingkungan suaka, para dokter dan keeper tetap memastikan bahwa Indra dan badak-badak lainnya dapat mengekspresikan perilaku alami mereka sebagaimana di hutan liar. Indra telah belajar banyak hal dari Ibu Delilah, mulai dari menjelajah rimbunnya hutan, mencari sumber makanan alami, hingga aktivitas favoritnya yaitu berkubang di dalam lumpur. Keberhasilan Indra tumbuh besar menjadi bukti nyata dedikasi tim konservasi dalam menjaga masa depan badak Sumatera di Indonesia.