News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Andatu: Simbol Harapan Baru bagi Konservasi Badak Sumatera di Dunia

Dunia konservasi satwa liar mencatatkan sejarah besar melalui kelahiran seekor badak sumatera bernama Andatu. Lahir pada 23 Juni 2012 di fasilitas Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, Andatu merupakan badak sumatera pertama yang lahir di fasilitas penangkaran di Asia setelah penantian panjang selama 124 tahun. Nama “Andatu” sendiri merupakan pemberian dari Menteri Kehutanan RI saat itu, Bapak Zulkifli Hasan, yang merupakan singkatan dari “Anak dari Andalas dan Ratu”, sekaligus bermakna “Anugerah dari Tuhan”.

Perjalanan kelahiran Andatu bukanlah hal yang mudah bagi tim di SRS TNWK yang telah berdiri sejak tahun 1996. Ibu Andatu, seekor badak asli Way Kambas bernama Ratu, sempat mengalami dua kali keguguran sebelum akhirnya berhasil melahirkan Andatu dengan selamat. Ayahnya, Andalas, adalah badak sumatera yang lahir di Cincinnati Zoo, Amerika Serikat, dan dipulangkan kembali ke Indonesia pada tahun 2007 untuk program pembiakan ini. Kelahiran Andatu menjadi momen pembelajaran berharga tidak hanya bagi Ratu yang belajar menjadi induk, tetapi juga bagi tim medis dan keeper yang pertama kali merawat pasangan ibu dan anak badak.

Keberhasilan Andatu tumbuh sehat hingga dewasa tidak lepas dari dedikasi para petugas di garis terdepan, mulai dari dokter hewan, paramedis, hingga para keeper seperti Pak Rakimin (Pak Min) dan Kak Damar. Para petugas ini memastikan keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan Andatu setiap harinya di kandang perawatan sebelum ia dilepasliarkan kembali ke hutan. Kini, Andatu telah tumbuh menjadi badak dewasa dan telah memberikan kontribusi nyata bagi kelangsungan spesiesnya dengan memiliki keturunan pertama bernama Sedah Mirah hasil perkawinannya dengan badak betina bernama Rosa.

Kisah Andatu adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya upaya konservasi yang konsisten dan kolaboratif. Melalui teknologi pemantauan seperti SMART Patrol yang digunakan oleh tim patroli di TNWK, habitat rumah bagi Andatu dan kawan-kawannya terus dijaga dari berbagai ancaman. Mari kita terus mendukung upaya pelestarian ini agar kekayaan hayati Indonesia, khususnya badak sumatera yang kini hanya tersisa sedikit di dunia, dapat terus lestari dan berkembang biak di rumah asalnya.