News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Penampakan Satwa Misterius: Kamera Jebak Rekam Aktivitas Tapir di Malam Hari
Dunia tersembunyi di dalam hutan Taman Nasional Way Kambas kembali terungkap melalui lensa kamera jebak. Baru-baru ini, sebuah rekaman memperlihatkan aktivitas malam hari dari salah satu mamalia paling unik di Indonesia, yaitu Tapir (Tapirus indicus). Satwa ini sering kali disebut sebagai mahluk misterius karena penampilannya yang menyerupai perpaduan beberapa hewan, dengan ciri khas utama berupa belalai atau moncong kecil yang sangat fleksibel.
Tapir merupakan satwa yang masuk dalam daftar ‘Endangered’ atau terancam punah menurut daftar merah IUCN. Di alam liar, mereka umumnya memiliki sifat soliter atau hidup menyendiri. Interaksi sosial biasanya hanya terlihat pada induk yang sedang membawa anaknya atau ketika musim kawin tiba. Karena aktif di malam hari (nokturnal), merekam kehadiran mereka di habitat aslinya merupakan momen yang sangat berharga bagi tim konservasi untuk memantau kesehatan populasi mereka.
Keberadaan Tapir di Way Kambas menjadi pengingat penting akan kekayaan biodiversitas yang harus kita jaga. Sebagai pemakan tumbuhan (herbivora), Tapir memiliki peran ekologis yang vital sebagai penyebar biji-bijian di hutan, yang membantu regenerasi vegetasi secara alami. Mari kita terus berikan dukungan dan doa bagi para petugas penjaga hutan yang bekerja siang dan malam demi memastikan keselamatan satwa langka ini beserta habitatnya tetap lestari.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia