News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Eksplorasi Alam: Mahasiswa Geografi Unila Pelajari Konservasi di Taman Nasional Way Kambas

Pada Kamis, 15 Mei 2025, suasana akademik Universitas Lampung berpindah dari ruang kelas menuju rimbunnya hutan di Lampung Timur. Mahasiswa Program Studi Geografi angkatan 2022, khususnya mereka yang mengambil peminatan lingkungan, baru saja menyelesaikan kegiatan studi lapangan untuk mata kuliah Studi Kawasan Konservasi. Destinasi yang dipilih bukan sembarang tempat, melainkan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), salah satu permata konservasi Indonesia yang menjadi benteng terakhir bagi berbagai satwa liar ikonik.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai bagaimana teori-teori konservasi diimplementasikan di lapangan. Alih-alih hanya membaca literatur mengenai pengelolaan hutan, para mahasiswa berkesempatan melihat langsung ekosistem hutan hujan tropis yang masih terjaga. Mereka mempelajari struktur vegetasi, tantangan dalam mengelola kawasan lindung, serta bagaimana peran penting sebuah taman nasional dalam menjaga keseimbangan ekologis di tengah ancaman perubahan iklim dan perambahan lahan.

Salah satu fokus utama dari studi lapangan ini adalah edukasi mengenai pentingnya konservasi satwa liar yang terancam punah. Way Kambas dikenal sebagai habitat asli gajah Sumatra dan badak Sumatra, sehingga mahasiswa dapat belajar lebih dalam mengenai interaksi antara satwa dan habitatnya. Melalui pengamatan langsung, diharapkan para calon geograf masa depan ini tumbuh kesadaran dan tanggung jawabnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, sesuai dengan semangat akademik yang mereka emban.

Studi lapangan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan langkah nyata dalam mencetak lulusan yang peduli terhadap kelestarian alam. Sebagaimana harapan yang banyak disampaikan oleh masyarakat, kelestarian hewan-hewan langka dan hutan di Taman Nasional Way Kambas harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam mempelajari kawasan konservasi ini, diharapkan akan muncul inovasi dan solusi baru di masa depan untuk memastikan kekayaan alam Lampung tetap lestari hingga generasi mendatang.