News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Duo Makaka Penghuni Taman Nasional Way Kambas: Perbedaan Monyet Ekor Panjang dan Beruk
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) bukan hanya menjadi perlindungan bagi gajah atau badak, tetapi juga menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai jenis primata. Di kawasan ini, terdapat dua jenis spesies makaka utama yang sering ditemui oleh para petugas maupun pengunjung, yaitu Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan Beruk (Macaca nemestrina). Kehadiran keduanya menambah keberagaman fauna yang menjaga keseimbangan ekosistem hutan di Lampung Timur ini.




Jika diperhatikan dengan seksama, kedua spesies ini memiliki perbedaan fisik yang sangat mencolok, terutama pada bagian ekornya. Monyet ekor panjang memiliki ekor yang ramping dengan panjang yang hampir menyamai ukuran tubuhnya, yang membantu mereka tetap lincah saat bergerak di atas pepohonan. Sebaliknya, Beruk memiliki ekor yang jauh lebih pendek dan melengkung menyerupai ekor babi, dengan postur tubuh yang lebih kekar serta lengan dan kaki yang kuat, sehingga mereka lebih cocok untuk berjalan di atas tanah.
Meskipun memiliki perbedaan fisik, keduanya menunjukkan adaptasi morfologi yang sesuai dengan habitat dan gaya hidup masing-masing di alam liar. Dalam hal interaksi, baik Monyet ekor panjang maupun Beruk memiliki tipe perilaku sosial yang serupa, yaitu hidup berkelompok dengan sistem hierarki yang jelas. Uniknya, kelompok Beruk bisa menjadi sangat besar, di mana dalam satu kelompok saja anggotanya bisa mencapai hingga 81 individu.
Memahami perbedaan dan karakteristik unik dari setiap spesies makaka di TNWK membantu kita lebih menghargai kekayaan hayati yang kita miliki. Sebagai #sobatwaykambas, menjaga kelestarian hutan tempat mereka tinggal adalah kunci utama agar generasi mendatang masih bisa melihat kelincahan Monyet ekor panjang dan kehebatan Beruk secara langsung di habitat aslinya.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia