News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Andalas: Kisah Harapan Baru Badak Sumatera Setelah Penantian 112 Tahun
Dunia konservasi satwa liar mencatatkan sejarah penting melalui sosok Andalas. Lahir pada 13 September 2001 di Cincinnati Zoo, Amerika Serikat, Andalas merupakan badak sumatera pertama yang lahir di penangkaran setelah penantian panjang selama 112 tahun. Kelahiran badak sumatera terakhir di penangkaran sebelum Andalas tercatat terjadi pada tahun 1889 di Calcutta Zoo, India. Kehadiran Andalas bukan sekadar kelahiran biasa, melainkan buah dari kerja keras, kesabaran, serta pembelajaran mendalam mengenai perilaku pembiakan badak yang sebelumnya belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli.















Andalas lahir dari pasangan badak sumatera asal Indonesia, yaitu ayah Ipuh dan ibu Emi. Perjuangan untuk mendapatkan Andalas sangatlah berat, mengingat ibu Emi harus melewati lima kali keguguran sebelum akhirnya berhasil melahirkan Andalas dengan selamat. Proses ini memberikan pelajaran berharga bagi para dokter dan keeper mengenai cara mempertemukan jantan dan betina, menjaga kehamilan, hingga durasi masa mengandung badak sumatera. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh kelahiran adik-adik Andalas, yaitu Suci pada tahun 2004 dan Harapan pada tahun 2007.
Pada Februari 2007, Andalas menjalani perjalanan bersejarah untuk “pulang” ke rumah asalnya di Indonesia. Kepulangannya ke Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi sorotan publik dan bahkan disiarkan di televisi nasional. Setibanya di Indonesia, Andalas tidak langsung dilepasliarkan, melainkan menjalani masa habituasi di area khusus bernama BOMA yang dilengkapi kelambu raksasa untuk melindunginya dari serangga penghisap darah yang jarang ia temui saat berada di Amerika.
Proses adaptasi Andalas di tanah air menunjukkan perkembangan yang menarik. Dalam beberapa bulan, kondisi fisiknya mulai menyesuaikan diri dengan iklim hutan hujan tropis; rambut lebat yang ia miliki saat di Amerika perlahan rontok dan berganti menjadi rambut pendek seperti badak sumatera lainnya. Kini, Andalas menjadi salah satu dari 10 badak sumatera yang menempati fasilitas semi in-situ di SRS TNWK, menjalankan perannya sebagai simbol keberlanjutan spesies yang terancam punah di habitat aslinya.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia