News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Tiga Tahun Sedah Mirah: Menilik Pertumbuhan Sehat Badak Sumatera di Way Kambas

Hari ini merupakan momen yang sangat istimewa bagi dunia konservasi Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sedah Mirah, badak Sumatera betina yang menjadi simbol harapan baru bagi spesiesnya, kini genap berusia tiga tahun. Lahir pada 24 Maret 2022 sebagai anak pertama dari pasangan Rosa dan Andatu, “Mirah” begitu sapaan akrabnya, terus menunjukkan perkembangan yang luar biasa di fasilitas pengembangbiakan semi in-situ Suaka Rhino Sumatera (SRS).

Pertumbuhan fisik Sedah Mirah tergolong sangat mengesankan dan berada dalam kondisi normal untuk badak seusianya. Saat lahir, ia memiliki berat sekitar 20 kilogram, namun kini di usianya yang ketiga, bobotnya telah mencapai angka fantastis yakni 638 kilogram. Meskipun beratnya sudah mencapai ratusan kilogram, tim medis dan paramedis yang memantaunya setiap hari memastikan bahwa angka tersebut ideal dan mencerminkan asupan nutrisi yang terpenuhi dengan baik selama masa pertumbuhannya.

Sesuai dengan sifat alami badak Sumatera yang merupakan satwa soliter atau penyendiri, Sedah Mirah kini telah menempati area jelajahnya sendiri di SRS TNWK sejak usia dua tahun. Ia mendapatkan lahan hutan alami seluas $2 \times 10$ hektar yang memungkinkan dirinya mengekspresikan perilaku alami dengan bebas. Di area jelajah yang luas ini, Mirah dapat dengan leluasa menjelajah, berkubang di lumpur, hingga mencari dan mengonsumsi berbagai tanaman hutan yang menjadi makanan favoritnya.

Keberhasilan pertumbuhan Sedah Mirah tidak lepas dari dedikasi penuh tim dokter, keeper (perawat satwa), serta tim pendukung lainnya yang memastikan kebutuhan setiap individu badak di SRS terpenuhi. Dengan total sepuluh individu badak yang saat ini menghuni SRS TNWK, keberhasilan Sedah Mirah menjadi bukti nyata efektivitas upaya konservasi pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies yang terancam punah ini. Mari kita terus dukung dan doakan agar Sedah Mirah serta badak Sumatera lainnya selalu sehat demi masa depan ekosistem hutan kita.