News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Estafet Ilmu Konservasi: Mencetak Keeper Tangguh untuk Masa Depan Badak Jawa

Sebuah langkah besar dalam upaya pelestarian badak di Indonesia baru saja dilaksanakan melalui kolaborasi antara dua taman nasional penting. Pada tanggal 11 hingga 21 Desember 2024, Tim YABI (Yayasan Badak Indonesia) unit Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menjalani pelatihan intensif menjadi keeper (perawat) badak di Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas. Pelatihan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan persiapan vital bagi program pengelolaan badak jawa di masa mendatang.

Program ini dirancang untuk membekali personel dengan keahlian teknis yang diperlukan dalam perawatan individu badak. Keterampilan ini sangat krusial karena nantinya akan diperlukan proses penggiringan individu badak jawa terpilih ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) untuk mendukung program pembiakan (breeding) dan riset yang lebih mendalam. Melalui pelatihan ini, para calon perawat belajar memahami perilaku unik satwa langka tersebut secara langsung dari para ahli di SRS TNWK.

Selama sepuluh hari, para peserta mengikuti kurikulum praktik yang komprehensif, mulai dari hal yang paling mendasar hingga prosedur medis. Aktivitas tersebut meliputi:

  • Perawatan Harian: Berlatih memandikan badak, merawat kuku, serta telapak kaki agar tetap sehat.

  • Manajemen Pakan: Belajar menyortir pakan tambahan yang berkualitas dan melakukan proses pemberian makan secara langsung dengan prosedur keamanan yang ketat.

  • Pemantauan Kesehatan: Mengikuti tim medis dalam melakukan pemeriksaan USG, pemberian vitamin, hingga menimbang berat badan badak secara berkala.

  • Pemeliharaan Fasilitas: Mengenal dan merawat fasilitas pendukung di area SRS, termasuk sistem pagar dan keamanan kawasan.

Semangat belajar yang ditunjukkan oleh Tim YABI unit TNUK memberikan harapan baru bagi keberlanjutan populasi badak jawa. Bekal pengetahuan dan pengalaman praktis yang dibawa pulang dari Way Kambas diharapkan dapat diterapkan secara maksimal di Ujung Kulon. Mari kita terus dukung para pejuang konservasi ini dalam menjaga salah satu warisan alam paling berharga yang dimiliki Indonesia.