News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Kisah Perjuangan Rosa: Badak Sumatera yang Melewati 8 Keguguran Sebelum Menjadi Ibu
Perjalanan menuju kelestarian sebuah spesies sering kali dipenuhi dengan air mata dan keteguhan hati yang luar biasa. Salah satu kisah yang paling menyentuh datang dari Rosa, seekor badak sumatera betina yang menghuni Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Rosa sebelumnya berasal dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), namun karena kerap ditemukan keluar kawasan dan mendekati pemukiman, Pemerintah RI memutuskan untuk memindahkannya ke SRS TNWK pada 26 November 2005 demi melindunginya dari ancaman perburuan dan penyakit menular.
Di balik sosoknya yang tenang, Rosa menyimpan sejarah perjuangan reproduksi yang sangat berat. Dokter mendiagnosis bahwa Rosa memiliki tumor jinak (Leiomyoma) yang menyulitkan proses kehamilan. Selama bertahun-tahun mengikuti program breeding, Rosa harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan calon anaknya sebanyak delapan kali berturut-turut pada usia awal kehamilan. Namun, para dokter dan keeper di SRS tidak pernah menyerah. Pada penghujung tahun 2020, Rosa hamil untuk kesembilan kalinya, dan berkat pemberian hormon penguat janin serta pemantauan rutin menggunakan USG, janin tersebut berhasil bertahan melewati masa-masa kritis.
Momen bersejarah yang dinanti selama 15 tahun akhirnya tiba pada 24 Maret 2022. Pukul 11.44 WIB, Rosa melahirkan anak betina hasil perkawinannya dengan badak jantan bernama Andatu. Proses persalinan ini tidaklah mudah karena Rosa mengalami distokia atau kesulitan kelahiran, sehingga tim medis harus turun tangan membantu. Meski kondisi bayi awalnya sangat lemah dan Rosa sempat kesulitan menyusui, kesigapan tim medis dalam memberikan ASI perah dan mengajari bayinya menyusui langsung akhirnya membuahkan hasil yang manis. Anak badak tersebut kemudian diberi nama “Sedah Mirah” oleh Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo.
Kini, hampir tiga tahun telah berlalu sejak momen mengharukan itu. Sedah Mirah telah tumbuh menjadi badak muda yang mandiri dan kini sudah memiliki area jelajahnya sendiri terpisah dari sang ibu. Di usianya yang diperkirakan mencapai 22 tahun, Rosa masih menjadi salah satu badak betina dengan siklus reproduksi yang baik, yang memberikan harapan baru bahwa ia mungkin bisa memberikan adik bagi Sedah Mirah di masa depan. Kisah Rosa adalah pengingat bagi kita semua bahwa setiap detak jantung satwa langka ini adalah hasil dari dedikasi tanpa batas para pejuang konservasi di lapangan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia