News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Pecuk-ular Asia: Sang Penyelam Andal dari Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas tidak hanya menjadi rumah bagi mamalia besar seperti gajah dan badak, tetapi juga menjadi surga bagi berbagai spesies unggas yang unik. Salah satunya adalah Pecuk-ular Asia atau Oriental Darter (Anhinga melanogaster). Burung ini sering kali menarik perhatian para pengamat burung karena penampilannya yang elegan sekaligus kemampuan berburunya yang luar biasa di dalam air.
Keunikan utama dari Pecuk-ular Asia terletak pada kemampuan menyelamnya yang di atas rata-rata. Mereka mampu bertahan di bawah permukaan air dalam waktu yang cukup lama untuk mengejar ikan yang menjadi mangsa utamanya. Menariknya, burung ini memiliki kemampuan khusus untuk mengurangi daya apung tubuhnya sendiri. Hal ini membuat mereka bisa berenang dengan seluruh tubuh tenggelam, sehingga hanya bagian leher dan kepala saja yang tampak di permukaan, menyerupai ular yang sedang berenang.
Secara taksonomi, Pecuk-ular Asia merupakan satu-satunya spesies burung dari famili Phalacrocoracidae yang memiliki status dilindungi di Indonesia. Perlindungan hukum ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018. Keberadaan mereka di kawasan konservasi seperti Way Kambas menjadi indikator penting bagi kesehatan ekosistem perairan di wilayah tersebut.
Melindungi habitat lahan basah merupakan kunci utama agar kita tetap bisa menyaksikan aksi menyelam sang “ular air” ini di masa depan. Mari kita terus hargai dan jaga keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita, sekecil atau seunik apa pun peran mereka di alam.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia