News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Metode eDNA: Teknologi Modern untuk Memantau Keberadaan Badak Sumatera di Way Kambas

Dalam upaya pelestarian satwa langka, inovasi teknologi memainkan peran yang sangat krusial. Tim Rhino Protection Unit (RPU) dari Yayasan Badak Indonesia (YABI) bersama Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK) kini menerapkan metode Environmental DNA atau eDNA sebagai salah satu teknik survei untuk memantau keberadaan Badak Sumatera. Metode ini menjadi terobosan penting karena sifatnya yang non-invasif, di mana petugas tidak perlu berinteraksi langsung atau melihat fisik satwa untuk memastikan kehadirannya di suatu wilayah.

Secara teknis, eDNA merupakan materi genetik berupa DNA yang dilepaskan oleh organisme ke lingkungan tempat mereka beraktivitas. Untuk memantau Badak Sumatera, tim di lapangan mengumpulkan beberapa jenis sampel lingkungan, seperti sampel air dan sedimen dari sungai atau kubangan. Kubangan merupakan indikator kuat keberadaan badak, sehingga pengambilan sampel sedimen dilakukan pada kedalaman sekitar 2 cm dari permukaan atau di sekitar dinding kubangan, baik dalam kondisi tergenang air maupun kering.

Proses pengambilan sampel dilakukan dengan standar sterilisasi yang sangat ketat untuk menjaga keakuratan data. Tim di lapangan wajib menggunakan masker dan sarung tangan medis agar sampel tidak terkontaminasi oleh DNA manusia. Saat mengambil sampel air di pinggir kubangan, tim menggunakan filter air spuit untuk memisahkan materi genetik satwa dari air. Membran filter hasil penyaringan tersebut kemudian dilipat dengan hati-hati menggunakan pinset steril, lalu disimpan ke dalam tabung mikro berukuran 2 ml.

Setelah seluruh sampel dikoleksi di lapangan, suhu sampel harus tetap dijaga dengan stabil selama perjalanan menuju kantor hingga tiba di laboratorium. Penanganan suhu yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan pada materi genetik yang telah dikumpulkan. Melalui metode ilmiah yang presisi ini, diharapkan data mengenai populasi dan sebaran Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas dapat terpetakan dengan lebih akurat guna mendukung strategi konservasi di masa depan.