News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Ekspedisi SHOREA: Menyingkap Peran Penting Mamalia Kecil di Jantung Way Kambas
Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) baru-baru ini menyambut kolaborasi inspiratif dari dunia akademik melalui kegiatan Ekspedisi SHOREA (Studi Hutan Observasi dan Eksplorasi). Kegiatan yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan (HIMASYLVA) Universitas Lampung ini difokuskan di Stasiun Penelitian Rawa Bunder (SPRB). Fokus utama dari ekspedisi kali ini adalah pengamatan mendalam terhadap kelompok mamalia kecil non-volan atau kelompok mamalia yang tidak terbang.






Mamalia kecil mungkin sering luput dari pandangan mata, namun peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan sangatlah krusial. Kelompok satwa ini umumnya memiliki berat individu dewasa yang berkisar antara 2 gram hingga 5 kilogram. Meskipun ukurannya mungil, mereka berfungsi sebagai penyebar biji, penyerbuk bunga, penyubur tanah, hingga pengendali hama alami. Selain itu, posisi mereka dalam rantai makanan sebagai mangsa bagi predator yang lebih besar menjadikan keberadaan mereka sebagai indikator kesehatan lingkungan di TNWK.
Kegiatan pengamatan ini dilakukan secara intensif selama 20 hari oleh enam orang mahasiswa. Dalam prosesnya, mereka menerapkan dua metode ilmiah yang komprehensif, yaitu penggunaan life trap (kandang jebak hidup) dan metode jelajah. Penggunaan life trap memungkinkan para peneliti untuk mengamati satwa secara langsung tanpa melukai, sehingga data mengenai spesies dan kesehatan individu dapat tercatat dengan akurat sebelum mereka dilepaskan kembali ke habitat aslinya.
Semangat konservasi yang ditunjukkan oleh tim HIMASYLVA ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hutan adalah laboratorium alam yang tidak terbatas sumber ilmunya. Melalui kolaborasi antara pengelola kawasan dan akademisi, kita dapat belajar bahwa setiap ciptaan Tuhan di bumi ini memiliki manfaat yang saling berkaitan. Mari kita terus mendukung aksi nyata pemuda dalam menjaga dan melestarikan alam Indonesia agar kekayaan hayati ini tetap lestari untuk masa depan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia