News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Merayakan 17 Tahun Harapan: Sang Pejuang Pelestari Badak Sumatera dari Way Kambas

Kabar gembira datang dari jantung Lampung, tepatnya di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas. Salah satu penghuni paling ikonik, Harapan, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-17. Sebagai salah satu dari sedikit badak sumatera yang tersisa di dunia, momen bertambahnya usia Harapan bukan sekadar perayaan biasa, melainkan simbol semangat dan optimisme bagi upaya konservasi satwa langka di Indonesia. Harapan kini telah tumbuh menjadi sosok badak jantan yang gagah dengan bobot mencapai 850 kg, menandakan kondisi kesehatan yang prima di bawah pengawasan ketat tim medis dan perawat di SRS.

Kisah hidup Harapan merupakan perjalanan lintas benua yang luar biasa. Ia lahir pada 29 April 2007 di Cincinnati Zoo, Amerika Serikat, dari pasangan badak legendaris bernama Emi dan Ipuh. Setelah menghabiskan masa kecilnya di luar negeri, Harapan akhirnya “pulang kampung” ke tanah leluhurnya di Indonesia pada awal November 2015. Kepulangan Harapan saat itu menjadi sejarah penting karena ia adalah badak sumatera terakhir yang berada di luar negeri yang dikembalikan untuk mendukung program pengembangbiakan semi-in situ di tanah air.

Harapan benar-benar membuktikan bahwa namanya bukanlah sekadar doa. Setelah penantian yang cukup panjang, ia akhirnya resmi menjadi seorang ayah pada 28 November 2023. Melalui hasil perkawinannya dengan badak betina bernama Delilah, lahirlah seekor anak badak jantan yang diberi nama Indra. Kehadiran Indra menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi internasional dan kerja keras tim SRS TNWK dalam menjaga keberlangsungan hidup spesies yang sangat terancam punah ini. Harapan kini memegang peran krusial sebagai salah satu pejantan utama yang diharapkan terus memberikan keturunan di masa depan.

Saat ini, tim SRS TNWK terus berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan kesejahteraan Harapan serta sembilan badak sumatera lainnya yang berada di fasilitas tersebut. Dedikasi tanpa henti dari para rimbawan dan tenaga ahli di lapangan menjadi garda terdepan dalam melawan kepunahan. Mari kita kirimkan doa dan dukungan terbaik agar Harapan selalu sehat, bahagia, dan terus menjadi simbol “harapan” bagi kelestarian alam Indonesia hingga generasi mendatang.