News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Rahasia Kulit Sehat Badak Sumatera: Pentingnya Berkubang Delapan Jam Sehari

Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) memiliki cara yang unik dan spesifik untuk menjaga kesehatan serta kenyamanan tubuhnya di tengah rimbunnya hutan tropis. Salah satu aktivitas harian yang paling krusial bagi satwa langka ini adalah berkubang di dalam lumpur. Aktivitas ini bukan sekadar bermain, melainkan sebuah kebutuhan biologis yang dilakukan secara rutin setiap harinya untuk memastikan fungsi tubuh mereka tetap optimal di lingkungan yang lembap dan panas.

Tahukah Anda bahwa seekor badak sumatera dapat menghabiskan hingga sepertiga waktunya dalam sehari hanya untuk berkubang?. Secara akumulatif, total waktu yang mereka habiskan di dalam kubangan lumpur mencapai kurang lebih delapan jam setiap hari. Durasi yang cukup lama ini menunjukkan betapa vitalnya lumpur bagi keberlangsungan hidup mamalia bercula dua ini dalam keseharian mereka di habitat alami maupun di pusat penangkaran semi-alami.

Tujuan utama dari perilaku berkubang ini adalah untuk membantu badak sumatera menstabilkan suhu tubuh mereka. Sebagai satwa yang tinggal di daerah tropis, mereka sangat rentan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem. Lumpur bertindak sebagai isolator alami yang mendinginkan tubuh saat cuaca terlalu panas, sekaligus memberikan perlindungan saat suhu lingkungan terasa terlalu dingin. Selain itu, lapisan lumpur yang mengering di kulit juga berfungsi sebagai pelindung dari gigitan serangga dan menjaga kelembapan kulit mereka agar tidak pecah-pecah.

Memahami perilaku alami seperti kebiasaan berkubang ini sangat penting bagi upaya konservasi yang dilakukan di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Taman Nasional Way Kambas. Dengan menyediakan lingkungan yang mendukung perilaku alami mereka, kita membantu memastikan badak-badak ini tetap sehat dan memiliki kesejahteraan yang baik. Mari kita terus dukung upaya pelestarian badak sumatera agar keunikan perilaku mereka dapat terus disaksikan oleh generasi mendatang.