News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia: Penanaman Serentak di Mangrove Cukuhnyinyi Lampung
Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang jatuh setiap tanggal 2 Februari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan aksi nyata melalui penanaman pohon secara serentak. Untuk wilayah Lampung, kegiatan ini dipusatkan di kawasan wisata mangrove Cukuhnyinyi, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran pada Rabu, 7 Februari 2024. Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga ekosistem lahan basah yang memiliki peran vital bagi keseimbangan iklim dan perlindungan pantai.





Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal KLHK, Ir. Laksmi Wijayanti, dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah termasuk perwakilan Gubernur Lampung, Bupati Pesawaran, serta unsur Forkopimda setempat. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan bahwa pelestarian lahan basah merupakan agenda prioritas yang memerlukan sinergi lintas sektor. Tidak hanya pejabat pemerintahan, para Green Ambassador juga turut serta, membawa semangat generasi muda dalam upaya pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Jenderal KLHK juga melakukan penyerahan bibit pohon secara simbolis sebagai bagian dari rangkaian acara penanaman. Lahan basah, seperti hutan mangrove di Cukuhnyinyi, merupakan benteng alami yang melindungi wilayah daratan dari abrasi serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Melalui penanaman serentak ini, diharapkan fungsi ekologis lahan basah dapat terus terjaga dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar secara jangka panjang.
Pesan utama dari peringatan ini adalah bahwa kelestarian lahan basah merupakan tanggung jawab kolektif. Dengan aksi menanam hari ini, kita sedang mewariskan masa depan yang lebih hijau dan tangguh bagi generasi mendatang. Mari kita terus mendukung upaya pemerintah dan komunitas dalam menjaga ekosistem penting ini agar tetap lestari dan berfungsi maksimal bagi kehidupan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia