News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Menabur Benih Konservasi: Menteri LHK Kukuhkan Generasi Muda Green Ambassador di Lampung

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, melakukan kunjungan kerja bersejarah ke Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang terletak di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung pada Sabtu, 9 Desember 2023. Kunjungan satu hari ini membawa misi penting yang berfokus pada dua agenda utama: penguatan peran pemuda dalam pelestarian lingkungan serta observasi langsung terhadap perkembangan populasi badak sumatera. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam merangkul generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian alam Indonesia.

Dalam rangkaian acara tersebut, Menteri Siti secara resmi menyerahkan Petikan Surat Keputusan (SK) kepada para Green Ambassador. Tercatat sebanyak 1.994 pelajar dari 1.068 sekolah di seluruh Indonesia telah dikukuhkan melalui SK No. 1221/2023 tentang Penetapan Green Ambassador. Khusus di lokasi acara, Petikan SK diberikan secara langsung kepada 56 siswa yang mewakili tiga simpul belajar di wilayah Lampung. Para duta lingkungan muda ini telah menjalani pendidikan intensif selama empat bulan dan mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai isu-isu KLHK.

Menteri Siti menekankan bahwa para Green Ambassador ini merupakan harapan baru bagi masa depan Indonesia. Dengan pengetahuan dan semangat yang telah ditanamkan, mereka diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain agenda pengukuhan, Menteri LHK juga menyempatkan diri untuk meninjau fasilitas di SRS dan mengobservasi langsung induk badak sumatera bernama Delilah beserta bayinya yang lahir pada 25 November 2023 lalu. Kelahiran ini merupakan kelahiran badak sumatera kedua yang terjadi sepanjang tahun 2023 di Way Kambas.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian LHK menyatakan akan terus berjuang keras untuk melestarikan badak sumatera melalui berbagai metode. Selain fokus pada konservasi in-situ di habitat aslinya, pemerintah juga mengupayakan pendekatan teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART). Upaya integratif ini, yang didukung oleh semangat para relawan muda dan kemajuan teknologi, diharapkan dapat menjamin keberlangsungan hidup satwa-satwa ikonik Indonesia bagi generasi yang akan datang.