News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Elang Brontok: Sang Penguasa Langit dari Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak hanya menjadi rumah bagi gajah sumatera, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai jenis burung pemangsa yang memukau. Salah satu primadona yang sering mencuri perhatian para pengamat burung adalah Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus). Burung ini memiliki keunikan yang jarang ditemukan pada spesies lain, menjadikannya subjek penelitian dan pengamatan yang sangat menarik.

 

Salah satu fakta unik yang diungkapkan oleh Balai Taman Nasional Way Kambas adalah adanya variasi genetik yang nyata pada tampilan fisik burung ini. Di wilayah TNWK, Elang Brontok ditemukan dalam dua tipe variasi warna bulu atau yang secara ilmiah disebut sebagai morph. Kedua tipe tersebut adalah dark morph (fase gelap) dengan bulu yang cenderung hitam kecokelatan pekat, dan light morph (fase terang) yang memiliki corak lebih muda. Perbedaan warna yang mencolok ini bukanlah perbedaan spesies, melainkan ekspresi genetik alami yang memberikan karakteristik unik pada masing-masing individu.

 

Secara fisik, Elang Brontok dikategorikan sebagai burung pemangsa berukuran sedang hingga besar. Jika diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor, panjang tubuhnya dapat mencapai 60-72 cm. Kehebatan terbangnya didukung oleh bentang sayap yang lebar, berkisar antara 123-138 cm, dengan bobot tubuh yang cukup proporsional antara 1,2 hingga 1,9 kg. Dengan postur tubuh tersebut, elang ini mampu bermanuver dengan lincah saat berburu di area terbuka maupun di sela-sela pepohonan hutan.

Dalam hal perilaku, Elang Brontok dikenal sebagai hewan yang soliter atau penyendiri. Mereka biasanya hanya akan terlihat berpasangan ketika musim kawin tiba. Sebagai pemangsa puncak, mereka sangat menyukai area terbuka untuk memantau pergerakan mangsa dari ketinggian. Keberadaan Elang Brontok di Taman Nasional Way Kambas menjadi indikator penting bahwa ekosistem di kawasan tersebut masih terjaga dengan baik, karena ketersediaan mangsa dan habitat yang mendukung kelangsungan hidup predator tangguh ini.